Perbaikan Pipa Air Bisa Mengurangi Dampak Kekeringan

Patricia Vicka    •    Rabu, 06 Sep 2017 17:12 WIB
kemarau dan kekeringan
Perbaikan Pipa Air Bisa Mengurangi Dampak Kekeringan
Kepala BPBD DIY Krido Suprayitno

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY meminta PDAM dan Dinas PU Kulonprogo untuk memperbaiki jaringan pipa air bersih. Perbaikan ini bertujuan untuk mengoptimalkan penyaluran air dari sumber mata air ke daerah yang terkena kekeringan.

Kepala BPBD DIY Krido Suprayitno mengatakan, pihaknya telah melakukan pengecekkan pada pipa-pipa penyaluran air di kabupaten Kulonprogo. Hasilnya sebanyak 25 persen pipa di enam desa perlu perbaikan. "Pipa itu sudah rusak ada yang bocor, keropos dan patah. Ada di enam desa yang tersebar di empat kecamatan. Perlu perbaikan dari PDAM," ujarnya di DPRD DIY, Rabu 6 September 2017.

Dengan adanya perbaikan, pihaknya berharap warga di daerah kekeringan bisa mendapatkan banyak air bersih. Pihaknya sudah mendata daerah yang terdampak kekeringan cukup parah dan saat ini BPBD DIY tengah memverifikasi daerah mana yang perlu menjadi fokus penanganan kekeringan. 

Usai mendapat surat peningkatan status bencana dari Bupati Kulonprogo, pihaknya akan bergerak untuk melakukan upaya pengurangan dampak kekeringan. "Sampai sekarang kami belum dapat surat resmi peningkatan status kekeringan ddi Kulonprogo menjadi siaga darurat bencana," ujarnya.

Hingga kini sudah ada sekitar 1.000 tangki air dari dinas Sosial yang dikirim ke seluruh titik kekeringan di DIY. BPBD akan mengajukan tambahan 5.000 tangki air bersih ke BNPB dalam waktu dekat.

Sementara itu Kepala Seksi Pencegahab Bencana BPBD Kulon Progo Heppy Eko Nugroho mengatakan BPBD Kulonprogo sudah meminta PDAM untuk menambah pipa saluran air ke daerah yang mengalami kekeringan parah. Tahun ini pipa air akan dibangun di Kecamatan Samigaluh. 
"Tahun ini diminta pasang(pipa) di Samigaluh. Nanti tarik airnya dari Kali Progo ke Desa Banjar sari Samigaluh melewati Girimulyo," jelasnya. Sementara pipanisasi yang sudah dipasang ada di kecamatan Kokap.

Hingga kini ada sekitar 12 ribu warga di 17 Desa di empat kecamatan yang terdampak kekeringan. Selain itu ada enam kecamatan yang berpotensi mengalami kekeringan. Kekeringan yang melanda Kulonprogo dipredikai akan berlangsung hingga akhir September.



(ALB)