Umat Beragama di Karanganganyar Doa Bersama untuk Rakhine

Pythag Kurniati    •    Selasa, 05 Sep 2017 15:32 WIB
konflik myanmarrohingyapengungsi rohingya
Umat Beragama di Karanganganyar Doa Bersama untuk Rakhine
Silaturahmi Kamtibmas di Karanganyar. Foto: MTVN/Phytag Kurniati

Metrotvnews.com, Solo: Umat beragama di Karanganyar, Jawa Tengah, batal ikut aksi untuk Rakhine di Borobodur. Sebagai gantinya, mereka bakal menggelar doa bersama serentak untuk krisis kemanusiaan yang terjadi di Rakhine, Myanmar, tersebut.

Kapolres Karanganyar AKBP Ade Safri Simanjuntak hal ini menyusul larangan aksi di Candi Borobodur. "Kami melarang warga Karanganyar yang akan berangkat mengikuti aksi di Borobudur," ungkapnya di Mapolres Karanganyar, Selasa, 5 September 2017.

Doa bersama umat beragama di Karanganyar dijadwalkan dilakukan serentak pada Jumat pekan ini. Acara ini akan dilakukan di semua tempat ibadah.



Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Karanganyar Zainudin mengungkapkan, seluruh masjid di Karanganyar akan melaksanakan doa bersama pada Jumat, 8 September 2017.

"Kita akan gelar doa bersama mendoakan krisis kemanusiaan di Myanmar. Juga mendoakan kerukunan umat beragama di Indonesia," pungkasnya.

Larangan tersebut merujuk Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Penyampaian Pendapat di Muka Umum. Unjuk rasa tidak diperbolehkan digelar di tempat-tempat tertentu, misalnya tempat ibadah dan objek vital nasional.

"Borobudur juga merupakan tempat ibadah serta objek vital nasional," kata Ade.

Baca: Temui PM Bangladesh, Menlu Retno Bahas Krisis Rakhine

Polres Karanganyar pun menggelar silaturahmi dengan mengundang sejumlah perwakilan organisasi keagamaan. Silaturahmi dihadiri Majelis Ulama Indonesia (MUI) Karanganyar, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Karanganyar, Perwakilan Umat Budha Indonesia (Walubi). Kodim 0727 Karanganyar turut hadir dalam tersebut.

"Kami dorong agar aksi dilakukan dengan lebih positif dan nyata. Misalnya doa bersama dan penggalangan dana," ujar dia.

 


(SUR)