Kemen PUPR Bongkar Jembatan Bailey Milik Kodam IV di Kretek

Kuntoro Tayubi    •    Selasa, 11 Jul 2017 13:31 WIB
mudik lebaran 2017
Kemen PUPR Bongkar Jembatan <i>Bailey</i> Milik Kodam IV di Kretek
Kendaraan pemudik melintas di jembatan darurat Kretek, Kecamatan Paguyangan, Brebes, Jawa Tengah, saat arus mudik kemarin. (Metrotvnews.com/Kuntoro Tayubi)

Metrotvnews.com, Brebes: Proyek pembangunan jembatan layang (flyover) Kretek di Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes,  Jawa Tengah,  dilanjutkan kembali. Sebelumnya jembatan itu difungsikan untuk pemudik yang melintas di jalur Brebes Selatan menuju Purwokerto (Banyumas). 

Jembatan bailey yang sempat digunakan karena girder atau balok beton yang melintang di atas perlintasan kereta api belum dipasang, juga dibongkar. Jembatan darurat ini mampu memperlancar arus mudik maupun balik pada lebaran kemarin. 

"Jembatan bailey yang dipinjam dari Kodam IV/Diponegoro itu telah dibongkar. Pembangunan jembatan layang Kretek saat ini dilanjutkan kembali," kata Kepala Tata Usaha Flyover Ditjen Bina Marga Kemen PUPR, Lindung Simbolon saat dihubungi Metrotvnews.com, Selasa, 11 Juli 2017.

Lindung menjelaskan, jembatan layang Kretek ditargetkan rampung pada Agustus 2017. Sementara tiga lainnya, yakni Dermoleng di Kecamatan Ketanggungan, Brebes, serta Kesambi dan Klonengan di Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal sudah selesai terlebih dahulu.

Selama arus mudik dan balik, jembatan layang Kretek hanya bisa dilewati kendaraan kecil atau mobil. Sedangkan truk dan bus harus melintas di jalan lama.

"Karena pekerjaan dilakukan kembali, jembatan layang Kretek ditutup. Lalu lintas kendaraan dialihkan ke jalan lama yang melewati perlintasan sebidang kereta api, " ungkapnya. 

Kasat Lantas Polres Brebes, AKP Arfan Zulkhan Sipayung, mengatakan sejumlah rambu dipasang untuk menghalau kendaraan agar tak masuk ke jalur jembatan.

"Selama proses pembangunan kendaraan diarahkan untuk menggunakan dua jalur di bagian bawah jembatan layang,  baik dari arah Tegal menuju Purwokerto maupun sebaliknya," ungkapnya.

Jalur tersebut rawan kemacetan karena terdapat perlintasan sebidang dan penyempitan jalan. Ditambah lagi adanya pasar tumpah.


(SAN)