Banting Setir Pembuat Aksesori jadi Pengedar Narkoba

Rhobi Shani    •    Jumat, 18 Aug 2017 12:33 WIB
narkoba
Banting Setir Pembuat Aksesori jadi Pengedar Narkoba
Kasat Narkoba Polres Jepara menunjukan barang bukti sabu-sabu. (Metrotvnews.com/Rhobi)

Metrotvnews.com, Jepara: Bekerja sebagai pembuat aksesori berbahan monel, dalam sepekan Akhmad Yulianto hanya mendapat upah Rp500 ribu. Namun, sebagai pengedar sabu-sabu, dalam seminggu dia mendapatkan uang Rp5 juta. Hal ini yang dijadikan alasan bapak satu anak berusia 20 tahun itu banting setir.
 
Yulianto yang biasa disapa Tekek belum lama menjadi pengedar. Dia mengaku baru tiga bulan terakhir ini menjalankan bisnisnya. Kini sepak terjang Tekek di dunia bisnis narkoba berakhir di tangan Satuan Narkoba Polres Jepara.
 
“Tidak ada yang mengajari. Ya, tahu dengan sendirinya. Pertama menggunakan (sabu-sabu) kakak yang memberi,” ujar Tekek saat gelar perkara di Mapolres Jepara, Jumat 18 Agustus 2017.
 
Dalam mengedarkan barang haram itu, Tekek tak sendiri. Dia dibantu Rizki Busro alias Papua. Selain itu, Tekek juga memanfaatkan jasa anak di bawah umur untuk mengantarkan pesanan sabu-sabu.
 
“Seminggu kalau bisa turun (mengedarkan) 10 gram dapat Rp5 juta. Yang mengantar dapat Rp50 ribu setiap paket kecil, tapi kalau anak-anak dikasih Rp20 ribu dan rokok,” kata Tekek.
 
Tekek mengaku sabu-sabu yang diedarkan dikendalikan dari dalam Lembaga Pemasyarakatan Kedungpane Semarang. Dia mengaku hanya menunggu telpon dari kakaknya yang kini mendekam di Kedungpane.
 
“Yang telpon kakak saya sendiri. Saat ini dia di penjara Kedungpane. Terus saya tinggal mengambil di alamat yang sudah ditentukan baru saya buat paket kecil-kecil,” ungkap Tekek.
 
Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho menyampaikan, kasus ini terungkap bermula dari penangkapan Papua di SPBU Sengon Mayong pada, Jumat 11 Agustus 2017. Saat itu, Papua hendak bertransaksi.
 
“Kemudian dikembangkan, terus anggota menggledah rumah Tekek dan mendapati paket sabu-sabu beserta timbangan digital,” beber Yudi.
 
Yudi menerangkan, kedua tersangka kini dijerat dengan pasal berlapis. Yaitu pasal 112 dan 114 UU RI No. 35 Tahun 2009, tentang Narkotika. Ancaman hukuman penjara maksimal 20 tahun.


(SAN)