Bendera Merah Putih Berkibar di Samudra Hindia

Ahmad Mustaqim    •    Kamis, 17 Aug 2017 16:50 WIB
hut ri
Bendera Merah Putih Berkibar di Samudra Hindia
Proses upacara di Pantai Baron Gunungkidul dan sejumlah peserta membentuk formasi angka "72". (Foto: SAR Gunungkidul)

Metrotvnews.com, Gunungkidul: Bendera merah putih berkibar di samudra Hindia kawasan Pantai Baron, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis, 17 Agustus 2017. Pengibaran bendera itu harus dengan perjuangan berat dari petugas Search and Rescue (SAR) karena di waktu yang sama gelombang sedang berada di ketinggian 11 kaki. 

Setidaknya, ada ribuan warga dari berbagai eleman yang mengikuti upacara bendera itu. Mulai dari masyarakat, tim SAR, hingga wisatawan. Khusus tim SAR yang berjumlah tiga orang mendapat tugas membawa dan mengibarkan bendera. 

Bendera dikibarkan sekitar 500 meter dari Pantai Baron. Sejumlah peserta sempat membuat formasi angka "72" sebagai lambang kemerdekaan ke-72 Republik Indonesia. 

Menuju bagian samudera Hindia, tiga pembawa bendera itu diikuti ratusan peserta lain yang menggunakan pelampung. Sejumlah orang sempat terempas ombak meski akhirnya bisa turut menerjang gelombang. 

Setelah bendera merah putih berkibar dengan iringan lagu Indonesia Raya, seluruh peserta kemudian meneriakkan, "Merdeka!". 

Koordinator SAR Korwil II Gunungkidul, Marjono mengatakan belasan perahu serta jetsky ikut digerakkan di area pengibaran bendera. Hal ini untuk mengantisipasi berbagai hal yang bisa menimpa ribuan peserta upacara. 

"Hari ini ada 3.000 peserta upacara dari berbagai komunitas, baik dari Gunungkidul maupun Bantul. Antusias masyarakat sangat luar biasa," kata Marjono. 



Marjono mengatakan pengibaran bendera di samudra Hindia saat ini menjadi yang kelima kalinya. Menurut dia, pengibaran bendera merah putih di samudra ini menjadi wujud menghargai jasa pahlawan dan kecintaan warga negara terhadap bentangan lautan di Indonesia. Hal ini tak lepas dari kebudayaan maritim yang perlu dilestarikan. 

Beti Rahmawati, seorang peserta upacara, menjadi salah satu yang gagal menembus ganasnya gelombang samudra Hindia. Ia mengaku baru pertama kali ikut upacara tersebut. "Enggak bisa ke samudra tapi rasanya bangga. Sulit ternyata menembus gelombang," kata dia.

Rika, seorang mahasiswa perguruan tinggi di Yogyakarta, mengatakan perjuangan sangat berat dilakukan agar sampai di lokasi pengibaran bendera. "Kegigihan yang bisa mengantar ke samudra ikut mengibarkan bendera. Laut harus senantiasa kita jaga sebagai kawasan terluas di negara kita," ujarnya.


(SAN)