Dinas Kelautan Jateng Minta Kemendag Impor Garam

   •    Rabu, 26 Jul 2017 16:21 WIB
harga garam
Dinas Kelautan Jateng Minta Kemendag Impor Garam
Foto ilustrasi. (Metrotvnews.com/Rahmatullah)

Metrotvnews.com, Semarang: Provinsi Jawa Tengah merupakan daerah penghasil garam terbesar setelah Jawa Timur. Namun, pemerintah setempat justru meminta Kementerian Perdagangan membuka keran impor garam.

Permintaan itu disampaikan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah Lalu M Syafriadi. Impor diperlukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Yang perlu dilakukan Kementerian Perdagangan adalah membuka kran impor garam sementara untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam waktu singkat, sambil kita menata kembali area-area tambak garam dan melakukan tata niaga perdagangan garam," katanya seperti dikutip Antara di Semarang, Rabu, 26 Juli 2017.

Ia mengungkapkan, produksi garam di Jateng mengalami penurunan di bawah 10 persen pada 2016 hingga pertengahan 2017.

"Produksi garam di Jateng pada 2015 tercatat 832 ribu ton, tapi pada 2016 mengalami penurunan di bawah 10 persen karena musim kemarau basah, sedangkan kebutuhan garam kita luar biasa tingginya," ujarnya.

Menurut dia, turunnya produksi garam di Jateng itu berpengaruh pada permintaan masyarakat dan mengakibatkan ketidakseimbangan permintaan pasar.

Ia mengharapkan produksi garam pada 2017 meningkat karena faktor cuaca sudah mendukung.

"Mudah-mudahan 2017 ini hujannya sudah jarang sehingga mulai ada produksi," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Lalu menyebutkan bahwa Kementerian Kelautan dan Perikanan akan membangun gudang garam di empat kabupaten di Provinsi Jateng. Yakni, Kabupaten Pati, Brebes, Demak, dan Rembang.

Patut diketahui, kewenangan impor garam konsumsi berada pada Kementerian Kelautan dan Perikanan. Sedangkan, kewenangan Kemendag adalah memberikan rekomendasi impor garam industri.


(SAN)