Garam Mahal, Perajin Ikan Asin di Pekalongan Setop Produksi

Kuntoro Tayubi    •    Kamis, 27 Jul 2017 11:30 WIB
garam
Garam Mahal, Perajin Ikan Asin di Pekalongan Setop Produksi
Perajin sedang memproduksi ikan asin di Pekalongan, Jawa Tengah. (Metrotvnews.com /Kuntoro Tayubi)

Metrotvnews.com, Pekalongan: Mahalnya harga garam, membuat sejumlah produsen ikan asin di Kota Pekalongan, Jawa Tengah, memilih untuk tidak berproduksi. Selain mahal, garam juga mulai langka dan sulit ditemukan.

“Untuk membuat ikan asin, produsen menggunakan garam krosok atau garam kasar. Harganya naik terus, seminggu sekali naik Rp200 /kg. Naiknya sudah dua bulan terakhir ini,” kata Ketua Himpunan Pedagang Ikan Pekalongan, Nasoha, Kamis, 27 Juli 2017.

Dijelaskannya, semula harga garam hanya berkisar Rp1.000 hingga 1.500/kg, saat ini naik tajam hingga Rp4.300 per/kg.

“Untuk satu kantong yang berisi 50 kg, harganya naik menjadi Rp200-215 ribu. Kalau biasanya cuma Rp125-150 ribu,” tambahnya.

Padahal untuk memproduksi ikan asin sebanyak 7-8 ton, rata-rata produsen membutuhkan garam hingga 3 ton. Sehingga, akibat mahalnya harga garam ini, membuat produsen ikan asin terpaksa mengurangi jumlah produksi.

“Waktu harga garam masih normal, biasanya sehari bisa produksi 8 ton, tapi sekarang paling produksi 2 ton saja,” ujarnya.

Selain mahal dan langkanya pasokan garam, kata Nasoha, stok ikan segar dari nelayan juga sulit ditemukan.

“Saat ini di tempat pelelangan ikan, jarang ditemukan nelayan bongkar ikan. Pasokan ikan didapat dari Jakarta, namun bukan ikan segar melainkan ikan dari gudang persediaan,” lanjutnya.

Sementara itu, akibat mahalnya harga garam dan langkanya pasokan ikan segar, jumlah produsen ikan asin di Kota Pekalongan menyusut, dari jumlah semula sekitar 50 produsen, saat ini tinggal 10 produsen saja.

“Mereka lebih memilih berhenti berproduksi, daripada menanggung kerugian,” jelasnya.

Nasoha dan produsen ikan asin lainnya di Kota Pekalongan berharap agar pemerintah daerah segera turun tangan untuk menangani masalah ini. Agar produsen ikan asin dapat terus berproduksi.


(ALB)