Pemkab Kudus Urus Warga dari Lahir sampai Meninggal

   •    Selasa, 19 Dec 2017 01:38 WIB
bupati kudus
Pemkab Kudus Urus Warga dari Lahir sampai Meninggal
Bupati Kudus Musthofa Wardoyo dalam satu kegiatan, baru-baru ini.Medcom.id/Istimewa

Kudus: Di sebagian besar daerah, persoalan pelayanan warga saat ini masih menjadi persoalan. Namun berbeda dengan Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Pemkab Kudus sudah sejak lama punya program yang mengurusi pelayanan warga sejak lahir hingga wafat.

“Jika ada bayi yang lahir, dalam waktu 24 jam akta kelahiran dan perubahan kartu keluarga bisa langsung selesai. Sedangkan bagi warga yang wafat, kami siapkan santunan khusus. Semuanya tanpa dipungut biaya sepeser pun alias gratis," kata Bupati Kudus Musthofa Wardoyo, baru-baru ini.

Selain pengurusan kelahiran dan santunan duka, di sektor kesehatan Pemkab Kudus memberikan pelayanan kesehatan pengobatan gratis bagi warga miskin di rumah sakit untuk ruang kelas III. Menariknya, layanan ini tidak hanya berlaku di rumah sakit milik pemerintah saja, namun juga berlaku di rumah sakit swasta yang ada di Kudus.

Di sektor pendidikan, sejak 2009 Kudus menggratiskan pendidikan mulai sekolah dasar hingga sekolah menengah atas. "Kabupaten Kudus adalah daerah yang pertama kali menerbitkan peraturan daerah wajib belajar 12 tahun di Indonesia. Bahkan para siswa SMK di Kudus mayoritas sudah mendapatkan tawaran kontrak kerja meskipun belum lulus," lanjut Musthofa.

Di sektor ekonomi, Pemkab Kudus merancang skema kredit usaha dengan bunga sangat rendah untuk pengusaha mikro. Ide ini muncul lantaran di Kudus terdapat ratusan ribu pedagang kecil. Ia mengungkapkan hal pertama yang dilakukan adalah membuka akses permodalan dengan memberikan fasilitas kredit lunak tanpa jaminan.

"Para pengusaha kecil adalah orang yang serius bekerja namun tidak punya kesempatan. Sudah seharusnya negara hadir menjadi mitra bagi mereka yang punya komitmen kuat untuk mandiri. Kudus jadi yang pertama melakukan hal ini di Indonesia. Bahkan program kredit usaha bunga 1 persen yang kami inisiasi diadopsi oleh Bank Jateng," kata Musthofa.


(ICH)