Jelang Natal 2017 dan Tahun Baru 2018

Kenaikan Harga Pangan di Jepara karena Pengaruh Cuaca

Rhobi Shani    •    Selasa, 19 Dec 2017 15:34 WIB
pangan
Kenaikan Harga Pangan di Jepara karena Pengaruh Cuaca
Tim Satuan Tugas Pangan memantau harga di Pasar Jepara I (Ratu) , Jepara, Jawa Tengah. Foto: Medcom.id/Rhobi Shani

Jepara: Satuan Tugas Ketahanan Pangan (Satgas) Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, memantau harga-harga kebutuhan pangan di pasar-pasar. Satgas menemukan kenaikan sejumlah harga, namun masih dalam kondisi wajar.

Kenaikan harga  sembilan bahan pokok ditemukan di Pasar Jepara Satu (Ratu) dan Pasar Jepara II. "Kenaikan harga barang tidak terpaut jauh dari Harga Eceran Tertinggi (HET), masih normal," ujar Ketua Tim Satgas ketahanan pangan Jepara Iptu Agus Sulis, Selasa, 19 Desember 2017.

Kenaikan harga sejumlah bahan pangan, seperti ikan, lebih disebabkan kondisi cuaca. Stok berkurang karena musim hujan tengah melanda.

Stok beras, minyak goreng dan beberapa jenis bumbu dapur masih tercukupi. Pihaknya belum menemukan indikasi penimbunan barang oleh pedagang nakal.

"Jika ada indikasi penimbunan, kita akan melakukan penyelidikan dan akan terapkan tindakan tegas karena hal itu termasuk tindak pidana," tegas Sulis.

Sementara itu, Staf Badan Urusan Logistik (Bulog) Jepara Harmoko mengatakan untuk harga beras masih normal. Dalam pantauannya, harga beras tertinggi yang ditemukan adalah Rp 11.500 untuk jenis premium.

"Ditemukan ada perbedaan harga antara harga di lapangan dengan yang jadi acuan kami. Tapi perbedaan harga itu tidak seberapa," Harmoko.

Kasi Konsumsi dan Keamanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Jepara Akbar Tanjung membenarkan kenaikan harga bahan pangan lebih disebabkan faktor cuaca. Itu seperti naiknya harga daging ayam yang disebabkan peternak gagal panen.

"Seperti harga ayam yang mencapai Rp32 ribu, hal itu dipengaruhi faktor musim hujan, karena pada cuaca seperti ini banyak ternak yang mati dan gagal panen," beber Akbar Tanjung.


(SUR)