Gunungkidul Target PAD Pariwisata Tembus Rp21 Miliar

Ahmad Mustaqim    •    Rabu, 20 Dec 2017 12:02 WIB
daerah
Gunungkidul Target PAD Pariwisata Tembus Rp21 Miliar
Ilustrasi gapura masuk memasuki wilayah Kabupaten Gunungkidul. (Foto: Metrotvnews.com/Ahmad Mustaqim)

Gunungkidul: Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta berupaya menggaet banyak wisatawan meski sempat diterpa Siklon Tropis Cempaka akhir November lalu. Pemerintah setempat akan mengembalikan kepercayaan publik untuk wisata. 

Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul, Harry Sukmono mengatakan ada sekitar 3,08 juta wisatawan yang berwisata di Gunungkidul sepanjang Januari hingga awal Desember 2017. Dari kunjungan itu, Pemkab Gunungkidul telah meraup Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata sebesar Rp20,3 miliar. 

Pemkab Gunungkidul menarget PAD sektor pariwisata bisa mencapai lebih dari Rp21 miliar sepanjang 2017. Menurut Harry, hal demikian bisa dicapai dengan memaksimalkan libur Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 yang berlangsung 23 Desember 2017 hingga 2 Januari 2017. 

"Liburan kali ini kami targetkan kunjungan wisata di atas 280 ribu wisatawan. Untuk PAD ditarget bisa tambah sekitar Rp1,2 miliar," ujar Harry dihubungi Medcom.id pada Rabu, 20 Desember 2017. 

Harry menjelaskan pemerintah akan mengadakan sejumlah agenda untuk wisata libur Natal 2017 dan Tahun Baru 2018. Salah satu agenda tersebut yakni lomba surfing di Pantai Wediombo yang akan digelar pada 30-31 Desember 2017. 

Menurut dia, Pantai Wediombo dipilih jadi lokasi lomba surfing karena meraih juara juara terpopuler kedua ajanh Anugerah Pesona Indonesia (API) 2017. "Ini dilakukan kerja sama dengan komunitas surfing (pantai) Wediombo. Temen-temen komunitas yang paham ketentuan teknis di sana," ungkapnya. 

Selain itu, Harry melanjutkan, acara lomba panjat tebing akan digelar di Pantai Siung pada 31 Desember 2017. Lomba panjat tebing ini bekerja sama dengan federasi panjang tebing Indonesia. Ia menyebut peserta lomba harus menyesuaikan kategori dan persyaratan panitia. 
 
Ia menambahkan, pesta kembang api juga bakal dilakukan di malam tahun baru 2018 di Gunung Api Purba Nglanggeran Desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk. Harry menganggap, langkah itu sebagai bagian untuk mengangkat destinasi pariwisata di Gunungkidul yang sempat diterpa bencana alam. 
 
"Kegiatan-kegiatan itu untuk memberi kembali kepercayaan bahwa Gunungkidul aman dikunjungi pasca badai siklon tropis cemopaka akhir November kemarin," jelasnya. 

Sekretaris Tim SAR Satlinmas Korwil II Gunungkidul, Surisdiyanto mengimbau wisatawan senantiasa hati-hati dan waspada saat wisata, termasuk saat berwisata di pantai ataupun di wahana air yang lain. Meski Siklon Tropis Cempaka telah berlalu, lanjutnya, saat ini sedang dalam musim penghujan. 

"Saat ini cuaca sulit diprediksi. Mohon patuhi semua imbauan petugas saat di lokasi wisata," tuturnya.


(ALB)