Nelayan Jepara Masih Menggunakan Cantrang

Rhobi Shani    •    Jumat, 05 Jan 2018 14:07 WIB
nelayan
Nelayan Jepara Masih Menggunakan Cantrang
Perahu nelayan bersandar di Sungai Wiso Jepara

Jepara: Sebanyak 12 kapal nelayan di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, masih menggunakan cantrang dalam menangkap ikan. Sisanya, ribuan nelayan masih menggunakan alat tangkap ikan tidak ramah lingkungan, arat. Sementara, baru 554 nelayan yang sudah menerima bantuan alat tangkap ikan ramah lingkungan.

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia Kabupaten Jepara Sudiyatno menyampaikan, kapal nelayan yang sampai saat ini masih menggunakan cantrang berukuran di bawah tujuh gross tonage (GT). Sehingga, itu tidak banyak memberi pengaruh terhadap hasil tangkapan ikan nelayan Jepara. 

“Kecuali yang di atas 50 GT itu memberi banyak pengaruh. Nah, kapal-kapal besar yang ada di Jepara itu justru dari luar,” ujar Sudiyatno, Jumat 5 Desember 2018.

Meski sampai saat ini kapal cantrang Jepara masih beroperasi, Sudiyatno menyakini, seiring berjalannya waktu nelayan Jepara akan beralih ke alat tangkap ikan ramah lingkungan. Begitu juga dengan nelayan yang saat ini masih menggunakan arat. 

“Justru yang merusak sumberdaya perairan itu arat, karena air laut menjadi keruh. Tapi sampai saat ini saya belum melihat hitam di atas putih arat itu dilarang,” kata Sudiyatno.

 Sudiyatno berharap, setelah larangan penggunaan cantrang mulai diberlakukan, akan mendongkrak ikan hasil tangkapan nelayan. Selain itu, sumberdaya perairan akan terjaga kelestariannya.

“Larangan penggunaan cantrang itu kan untuk anak cucu agar tetap bisa menikmati sumberdaya perairan,” pungkas Sudiyatno.


(ALB)