Petani Bawang Tewas di Sungai, Diduga Stres Karena Harga Panen

Rhobi Shani    •    Minggu, 10 Dec 2017 14:24 WIB
penemuan mayat
Petani Bawang Tewas di Sungai, Diduga Stres Karena Harga Panen
Proses evakuasi jenazah petani bawang di Demak, Jawa Tengah, Minggu, 10 Desember 2017. Foto: Medcom.id/Rhobi Shani

Demak: Sarwono, warga RT3 RW1 Desa Gempolsongo Kecamatan Mijen, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, ditemukan mengambang di Sungai Bengkal, Demak. Mayat kali pertama diketahui oleh seorang warga yang hendak memancing ikan di sekitar sungai.

Setelah berhasil dievakuasi dari sungai, jenazah langsung dibawa ke rumah duka. Sarwono meninggalkan Umi, istrinya dan kedua anaknya yakni Sekar, 6, dan Bela yang masih berusia 8 bulan.

Seorang kerabat korban, Muhammad Efendi menceritakan, Sarwono pergi dari rumah, Sabtu 9 Desember 2017 sekitar pukul 05.00 WIB. Kepergiannya itu diduga karena rasa putus asa hasil panen bawangnya tidak maksimal.

"Perginya kaya orang linglung. Ini mungkin gara-gara harga bawang. Saat panen bawang harganya murah. Satu kilogram Rp6 ribu, padahal biasanya Rp15 ribu per kilogram," ujar Efendi, Minggu 10 Desember 2017.

Efendi menambahkan, sebelum pergi pada Sabtu pagi, korban berpesan pada kerabat lainnya, Sukarno. Korban meminta Sukarno untuk merawat tanaman bawang milik korban.

"Kak, saya mau pergi. Tolong bawangnya dirawat," kata Efendi menirukan pesan korban kepada Sukarno.

Perawat Puskesmas Kecamatan Mijen Saikhul Ahmad Bawaqi menuturkan bahwa tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.

"Hanya ada keluar darah di hidung dan bengkak di wajah, ini karena dimungkinkan adanya benturan saat terhanyut di sungai," tandas Saikhul.

 


(SUR)