Buruh di Temanggung Unjuk Rasa di Kantor Disnakertrans

Tosiani    •    Senin, 11 Dec 2017 17:20 WIB
unjuk rasaaksi buruh
Buruh di Temanggung Unjuk Rasa di Kantor Disnakertrans
Ilustrasi -- ANT/Didik Suhartono

Temanggung: Puluhan buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, berunjuk rasa. Mereka menuntut PT Apindo Jaya Makmur menaati kesepakatan membayar tunggakan gaji 47 karyawannya yang belum dibayarkan.

Massa memulai aksi pukul 08.30 WIB di Jembatan Kranggan, Temanggung. Mereka kemudian bergerak menuju Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Temanggung menggunakan mini bus dan sejumlah sepeda motor.

Tak lama berorasi di kantor Disnakertrans, massa dipertemukan dengan wakil perusahaan. Mediasi dipimpin Kepala Disnakertrans Sununar Budi S. dan anggota Polres Temanggung.

Ketua KSBSI Wahyudi menjelaskan bahwa pada 27 Juli 2017 pihak PT Apindo Jaya Makmur sepakat membayar gaji 47 karyawannya dengan cara diangsur selama satu tahun. Total gaji yang harus dibayar senilai Rp122 juta.

Cicilan gaji tahap pertama sudah dibayar sebesar sekitar Rp15 juta. Lalu tahap kedua disepakati pada 25 Oktober 2017 karena sebelum Lebaran pihak perusahaan tetap mempekerjakan 47 karyawan itu selama 1-2 bulan di saat karyawan lainnya sudah di-PHK (pemutusan hubungan kerja).

"Namun, hasil kerja 47 karyawan yang tetap dipekerjakan itu tidak dibayar," kata Wahyudi, Senin, 11 Desember 2017.

Wakil perusahaan Masykur Rohmat mengungkapkan, saat ini perusahaannya dalam kondisi bangkrut. Untuk membayar gaji karyawan masih menunggu penjualan aset perusahaan.

"Sisa yang belum kami bayarkan sekitar Rp107 juta. Kekurangannya akan diangsur 10 bulan. Tapi, kalau belum 10 bulan aset perusahaan sudah terjual, maka akan segera kami bayarkan," kata Masykur.

Terpisah, Kepala Disnakertrans Kabupaten Temanggung Suminar Budi S. mengatakan mediasi pekerja dan perusahaan menyepakati kekurangan pembayaran gaji sebesar Rp107,68 juta akan diangsur selama 10 bulan tiap tanggal 8. Pembayaran dimulai 30 Desember 2017.

"Diperkirakan pembayaran gaji selesai pada Oktober 2018. Kalau meleset lagi, maka pihak perusahaan harus siap dimeja-hijaukan seperti tertera dalam klausul terakhir kesepakatan," kata Suminar.


(NIN)