Pertanian di Kulon Progo Merugi Rp3,5 Miliar Akibat Gagal Panen

Ahmad Mustaqim    •    Kamis, 14 Dec 2017 12:36 WIB
gagal panenpetanisiklon tropis cempakasiklon tropis
Pertanian di Kulon Progo Merugi Rp3,5 Miliar Akibat Gagal Panen
ilustrasi ANTARA FOTO / Fotografer: SAIFUL BAHRI (STR)

Kulon Progo: Sektor pertanian di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta mengalami kerugian besar akibat bencana alam dari siklon tropis cempaka pada akhir November 2017. Catatan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo, nilai kerugian mencapai angka sekitar Rp3,5 miliar dari 606 hektare lahan pertanian yang terendam banjir. 

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo, Bambang Tri Budi mengungkapkan sejumlah kecamatan yang terdampak banjir yang mengalami kerugian besar. Ia menyebut Kecamatan Galur diperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp1,8 miliar akibat lahan pertanian seluas 235 hektare gagal panen akibat banjir. 

Selain itu, lanjutnya, Kecamatan Panjatan mengalami kerugian sekitar Rp1,677 miliar akibat lahan seluas 375,5 hektar juga terdampak banjir dan mengalami gagal panen. "Total nilai kerugian tadi masih sementara, masih banyak tanaman padi tergenang air dan mengalami puso," ujar Bambang saat dihubungi pada Kamis, 14 Desember 2017. 

Kepala Seksi Produkai Tanaman Pangan Bidang Tanan Pangan, Dinas Pertanian dan Pangan, Kabupaten Kulon Progo, Wazan Mudzakir menyatakan banjir besar dan merendam lahan pertanian luas terjadi pada 28 November 2017. Saat itu, banjir menggenangi lahan pertanian seluas 1.568,10 hektar. Sehari berselang, lahan pertanian tergenang banjir berkurang menjadi 1.463,20 hektar. 

Pada 4 Desember 2017, lanjutnya, luas lahan pertanian yang masih tergenang banjir sekitar 551 hektar. "Lahan pertanian di Kecamatan Galur dan Panjatan paling menjadi perhatian dinas karena jika hujan intensitas tinggi rawan terendam banjir," jelasnya. 

Ia juga mengungkapkan, pada musim hujan kali ini ada lahan pertanian delapan kecamatan di Kulon Progo yang terendam banjir. Sejumlah kecamatan itu diantaranya Galur dan Panjatan yang mengalami gagal panen. Sementara, di Kecamatan Lendah, lahan pertanian seluas 324,75 hektar tidak mengalami puso. 

Wazan menambahkan, perkiraan kerugian itu belum termasuk pada kerusakan insfrastruktur pertanian, seperti saluran irigasi. Menurutnya, kerugian jaringan pertanian menjadi tanggung jawab Bidang Pengairan, Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKPK) serta diinventarisasi BPBD Kulon Progo. 



(ALB)