Dinkes Kirimkan Obat Penyakit Kulit dan Leptosirosis ke Posko Pengungsian

Patricia Vicka    •    Jumat, 01 Dec 2017 15:12 WIB
siklon tropis cempaka
Dinkes Kirimkan Obat Penyakit Kulit dan Leptosirosis ke Posko Pengungsian
Ilustrasi

Yogyakarta: Dinas Kesehatan DIY mengirimkan sejumlah obat-obatan dan makanan tambahan ke posko pengungsi. Obat-obatan yang dikirim diutamakan untuk mengobati penyakit yang timbul akibat banjir, seperti penyakit kulit, leptospirosis, dan infeksi saluran pernafasan atas (ISPA).

"Obat-obatan yang dibutuhkan pengungsi sudah kami kirim dari hari pertama bencana. Misalnya obat penyakit kulit, lalu antibiotik, analgetik, obat diare, dan obat untuk ISPA," kata Kepala Dinas Kesehatan DIY Pembajun Setyaningastutie di Yogyakarta, Kamis, 30 November 2017.

Dinkes, lanjut Pembajun, telah mengirimakan 400 leptopack ke seluruh puskesmas dan posko kesehatan daerah terdampak. Leptopack digunakan untuk mendeteksi apakah seseorang terkena penyakit leptosirosis.

"Kami kirimkan 16 dus. Satu dus berisi 25 alat leptopack. Kalau ada yang menunjukkan gejala kena Leptospirosis bisa dites dengan alat ini. Jadi langsung ditangani," jelas dia.

Makanan dan vitamin tambahan yang dikirimkan difokuskan untuk balita dan ibu hamil. Puskesmas, petugas medis, serta ambulans turut bersiaga selama 24 jam untuk menangani pengungsi.

Puskesmas dan rumah sakit yang siaga 24 jam misalnya seperti di Kecamatan Semanu, Pundong, Ponjong dan Imogiri.

Pembajun mengimbau pengungsi tetap menjaga pola hidup sehat, seperti cuci tangan sebelum makan dan mandi menggunakan air bersih. Hingga kini Dinkes belum mendapat laporan adanya pengungsi yang terkena penyakit berat.

Koordinator Logistik Tagana Posko Pengungsi Kebon Agung Naryono mengatakan para pengungsi kini mulai terserang gatal-gatal. Stok obat dan makanan mulai menipis.

"Pengungsi sekarang butuh beras, tenda keluarga dan selimut. Obat-obatan masih ada tapi mulai berkurang. Petugas medis masih bersiga,” tutur Naryono.

Para pengungsi di Posko Kebon Agung, lanjut Naryono perlahan mulai kembali ke rumah masing-masing untuk membersihkan lumpur. Namun jika hujan lebat turun, para pengungsi akan kembali ke posko. Hingga Kamis siang, tinggal 300 pengungsi yang masih bertahan di Posko Kebon Agung.


(NIN)