Polisi dan Pendidik Solo Bersinergi Tangkal Obat Terlarang

Pythag Kurniati    •    Kamis, 05 Oct 2017 15:17 WIB
narkobaobat berbahaya
Polisi dan Pendidik Solo Bersinergi Tangkal Obat Terlarang
Ilustrasi siswa SMP mengikuti proses belajar mengajar. Foto: Antara/Tommy Saputra

Metrotvnews.com, Solo: Bahaya narkoba dan obat-obat terlarang kian mengancam generasi muda. Beragam modus dan jenis obat baru bermunculan.

“Dewasa ini, malah bentuknya macam-macam. Ada yang bentuknya pil dan lain sebagainya,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan Kota Surakarta Etty Retnowati saat dihubungi oleh Metrotvnews.com, Kamis, 5 Oktober 2017.
 
Pengedar terus mengembangkan pasar di generasi muda. Tenaga pendidik serta orang tua harus meningkatkan kewaspadaan.  “Sekolah dan orang tua harus bekerjasama,” terang dia.

Dinas Pendidikan tidak hanya berjalan sendiri. Dinas Pemuda dan Olahraga dan Kepolisian juga saling sinergi membentengi para pelajar.

"Kami libatkan dan bersinergi dengan kepolisian juga dalam sosialisasi,” tutur Etty.

Tak hanya berhenti di sosialisasi. Beberapa tahun lalu, Dinas Pendidika Surakarta menggelar tes urin untuk 10 ribu siswa jenjang SMA dan SMK. “Sedangkan untuk anak SMP dan SD kami maksimalkan sosialisasi,” kata dia.

Kasat Narkoba Polresta Surakarta Kompol Edy Sulistyanto mengaku belum ada kasus narkoba yang melibatkan pelajar di Kota Solo sebagai korban atau pelaku. Namun, ia mengakui bahwa Solo menjadi kota rawan sasaran peredaran narkoba.

“Banyak pendatang yang masuk ke kota ini,” tuturnya.

Kepolisian terus gencar menjalankan program pencegahan. Mulai dari memberikan penyuluhan pada generasi muda hingga menggelar razia. “Razia salah satunya dilakukan di apotek, toko obat serta tempat-tempat lainnya,” kata dia.

Dalam kurun waktu 10 bulan di tahun 2017 ini, Resor Kota Surakarta mengungkap 130 kasus narkoba di Kota Solo. “Dengan jumlah tersangka 145 orang,” kata dia.


(SUR)