Besok, Ratusan Buruh Berunjuk Rasa Tolak Upah Murah

Patricia Vicka    •    Senin, 30 Oct 2017 19:52 WIB
upah
Besok, Ratusan Buruh Berunjuk Rasa Tolak Upah Murah
Ilustrasi upah, MTVN - M Rizal

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Buruh bakal menggelar aksi menolak penetapan upah minimum provinsi (UMP) 2018 di DI Yogyakarta. Beberapa waktu lalu, Pemerintah Provinsi DIY menetapkan UMP 2018 sebesar Rp1.454.154

Irsad Ade Irawan, juru bicara Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) DIY, mengatakan ia dan rekan-rekan menolak penetapan tersebut. Mereka akan menggelar aksi budaya dan berdoa bersama dalam unjuk rasa yang berlangsung pada Selasa 31 Oktober 2017.

Baca: Sah, Upah Minimum di DIY Naik 8,71 Persen

"Kami akan melakukan salat gaib sebagai simbol matinya keistimewaan DIY terkait UMP," kata Irsad di Yogyakarta, Senin 30 Oktober 2017.

Menurut Irsad, seharusnya DIY menggunakan hak keistimewaan untuk menyejahterakan warga. Penetapan UMP dan UMK harusnya sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

"Tapi tujuan keistimewaan DIY untuk kesejahteraan rakyat tidak tercapai karena upah murah,"tegasnya.

Sementara itu Sekjen Aliansi Buruh Yogyakarta(ABY) Kirnadi mengatakan anggotanya turut akan berpartisipasi dalam aksi ini. ia menilai upah yang siudah ditentukan saat ini sulit untuk mensejahterakan warga Yogyakarta.

Seharusnya upah minimum idealnya berkisar Rp2 juta hingga Rp2,5 juta. Hal ini sesuai dengan survei  Komponen Hidup Layak (KHL) yang dilakukan oleh serikat buruh. 

Ia menilai hasil survei KHL pemerintah tidak sesuai dengan kebutuhan hidup real buruh. Sebab Ada beberapa komponen penyusun KHl versi pemerintah yang tidak sesuai dengan kondisi di lapangan. 

"Misalnya pemerintah mengambil biaya tempat tinggal hitunganya kamar kos berukuran 3 x 3 meter seharga Rp300ribu hingga Rp500ribu. Padahal standar hidup layak buruh kan tempat tidur minimal ada kamar tidur, dapur dan ruang tamu per keluarga. Harga sewanya juga lebih dari Rp500 ribu,"bebernya.



(RRN)