Lima Kabupaten di Jawa Tengah Rawan Longsor

Kuntoro Tayubi    •    Rabu, 04 Oct 2017 19:29 WIB
longsorbencana longsor
Lima Kabupaten di Jawa Tengah Rawan Longsor
Kepala Basarnas Jateng, Noer Isrodin Muchlisin, saat menghadiri pembukaan Pekan Batik Pekalongan di Kawasan Wisata Budaya Jetayu. (Metrotvnews.com /Kuntoro Tayubi)

Metrotvnews.com, Pekalongan: Memasuki awal musim hujan tahun ini, sebanyak lima kabupaten di Jawa Tengah, diprediksi sebagai wilayah berpotensi tinggi terjadinya bencana tanah longsor.

Kepala Basarnas Jawa Tengah, Noer Isrodin Muchlisin, mengatakan, spesifikasi bencana yang terjadi pada awal musim penghujan tahun ini adalah bencana hidrometrologi atau bencana yang disebabkan oleh air, di antaranya adalah tanah longsor, sehingga pihaknya telah melakukan pemetaan wilayah sebagai antisipasi adanya potensi bencana tersebut

“Berdasarkan hasil pemetaan wilayah, ada lima kabupaten yang diprediksi rawan bencana tanah longsor diantaranya adalah Kabupaten Banjarnegara, Purbalingga, Purworejo, Karanganyar dan Temanggung,” jelasnya, saat ditemui seusai acara pembukaan Pekan Batik Pekalongan di Kawasan Wisata Budaya Jetayu, Rabu, 4 Oktober 2017.

Disampaikannya, dari hasil pemetaan tersebut, pihaknya telah meningkatkan kesiapsiagaan baik personel maupun peralatan, untuk mengantisipasi bencana yang menimbulkan korban jiwa.

“Kita siagakan sebanyak 123 personel di markas SAR Semarang. Kami juga menyiapkan jaringan di daerah-daerah, baik dari warga masyarakat, TNI maupun POLRI. Sehingga bisa  cepat direspons untuk melayani  masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu untuk wilayah rawan bencana banjir, Nur mengungkapkan untuk wilayah Jawa Tengah belum ada yang signifikan terancam yang akan menyebabkan korban jiwa.

“Kita tetap siaga untuk semua bencana. Namun, untuk bencana banjir, kami hanya siaga saja, karena belum ada prediksi bencana banjir yang akan mengancam jiwa,” tandasnya.

Untuk meningkatkan pelayanan masyarakat di wilayah pantura barat, pihaknya berencana akan membuka posko siaga Basarnas di Kabupaten Tegal.

“Untuk wilayah pantura barat yang mencakup 6 kota kabupaten, kami nilai sangat tinggi dalam potensi kecelakaan baik darat maupun laut serta rawan bencana alam, namun belum ada penguatan personil diwilayah tersebut. Makanya, kami rencanakan akan membangun posko disana,” pungkasnya.


(ALB)