Pengoplos Beras Bulog di Cilacap Ditangkap Polisi

Budi Arista Romadhoni    •    Senin, 05 Feb 2018 16:26 WIB
beras
Pengoplos Beras Bulog di Cilacap Ditangkap Polisi
Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Condro Kirono menunjukan beras Bulog yang dikemas ulang menjadi Beras Super Cap Jago Pelung di Kantor Ditreskrimsus Polda Jateng, Semarang, Senin 5 Februari 2018.

Semarang: Tim Satgas Pangan Polda Jateng menggagalkan pengopolosan beras bulog di gudang beras RMU Berkah, Dusun Suren RT 01, RW 03 Desa Tambakreja, Kecamatan, Kedung Reja, Kabupaten Cilacap, Senin 5 Februari 2018. Beras bulog itu dikemas ulang dengan nama Beras Super Cap Jago Pelung dan dijual setara dengan beras premium. 

"Kami menangkap pelaku S, karena penyalahgunaan penjualan beras bulog, yang dijual dengan harga Rp10.000 atau setara dengan beras premium," Kata Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono di Kantor Ditreskrimsus Polda Jateng, Semarang, Senin, 5 Februari 2018. 

Condro menjelaskan, beras bulog untuk operasi pasar tersebut seharusnya dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yaitu Rp9.450. Tapi oleh pelaku beras dikemas ulang dengan mengganti merek menjadi Beras Super Cap Jago Pelung. 

"Ini penyimpangan, beras seharusnya dijual sesuai HET untuk operasi pasar di Cilacap, ini dijual di Jawa Barat dengan harga tinggi," jelasnya. 

Sementara itu, Direktur Kriminal Khusus Polda Jateng, Kombes Pol Lukas Akbar Abriari mengatakan, dari penjualan beras Bulog tersebut, pelaku mendapat untung ratusan juta rupiah. 

"Keuntungan yang didapat tersangka sangat besar. Selama bulan Januari 2018 sebanyak Rp288.724.000," ucapnya. 

Kepala Perum Bulog Divre Jateng, Djoni Nur Ashari menegaskan kepada distributor beras dliarang mengoplos dan mengemas ulang beras Bulog. Distributor dipercaya untuk memasarkan beras pemerintah tersebut. 

"Distributor tidak ada batasan mau mengambil beras berapapun. Cuma tidak boleh menjual diatas HET. Sanksinya adalah berurusan dengan hukum, dan dicoret dari daftar distributor kita," tegasnya. 



(ALB)