Truk Dilarang Beroperasi, Dishub Bingung Cari Kantong Parkir

Amaluddin, Budi Arista Romadhoni    •    Rabu, 06 Jun 2018 20:26 WIB
lalu lintas
Truk Dilarang Beroperasi, Dishub Bingung Cari Kantong Parkir
Kepala Dishub Provinsi Jawa Tengah, Satrio Hidayat di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Rabu 6 Juni 2018, Medcom.id - Budi Arista

Semarang: Kementerian Perhubungan melarang truk beroperasi di dalam kota mulai tujuh hari jelang Idulfitri (H-7) hingga sepekan setelah Lebaran (H+7). Aturan itu membuat Dishub Jawa Tengah bingung.

Kepala Dishub Jateng Satrio Hidayat mengaku tak memiliki jalan dengan area bahu yang luas untuk menempatkan truk di pinggir kota. Lantaran itu ia bermaksud melobi Kemenhub agar aturan itu tak berlaku selama dua pekan.

"Kami menyediakan kantong parkir untuk truk masih kebingungan. Saya minta aturan itu diturunkan menjadi H-3 hingga H-1 dan H+5 hingga H+7. Itupun hanya di tol," ujar Satrio di ruang kerja di Semarang, Rabu, 6 Mei 2018.

Di jalur Semarang menuju Solo, lanjut Satrio, tak ada bahu jalan. Kalaupun ada area parkir, hanya di restoran.

Satrio berharap Kemenhub dapat mencarikan solusi masalah itu. "Kemungkinan kalau terjadi kemacetan ya dipinggirkan aja kalau bisa. Semaksimal mungkin kendaraan pribadi masuk ke tol. Enggak mampu lagi kita mengatur jalan nasional dan provinsi," ucapnya. 

Di Jawa Timur, Dishub melarang truk melintas pada H-3 sampai dengan H-1 dan H+6 sampai H+8. Larangan ini guna mengantisipasi adanya kemacetan pada puncak arus mudik dan balik pada lebaran tahun ini.

"Jadi pembatasan angkutan barang diluar angkutan sembako, air dan BBM itu pembatasannya mulai tanggal 12 Juni pukul 00.00 WIB sampai 14 Juni jam 24.00 WIB," kata Kepala Bidang Angkutan dan Keselamatan Lalu Lintas Dishub Jatim, Isa Ansor.

Kata Isa, pemberlakuan pembatasan tersebut lebih singkat dibandingkan tahun sebelumnya. Pada tahun lalu, larangan tersebut berlaku satu minggu yaitu H-4 sampai H+4 lebaran. Pada arus mudik 2018, angkutan barang dilarang melintas H-3 sampai H+8 lebaran. 

Menurut Isa, aturan ini lebih efektif dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya, waktu yang dipilih untuk dilakukan larangan melintas telah sesuai dengan masa puncaknya. Baik itu di arus mudik maupun arus balik. 

"Tiga hari sebelum lebaran dan tujuh hari setelah lebaran biasanya menjadi puncak padatnya kendaraan pemudik melintas di tahun-tahun sebelumnya. Pembatasan ini di lakukan kira-kira pada jam puncak mudik dan puncak balik. Sehingga ini lebih efisien dibanding tahun lalu," ujarnya.

Isa menegaskan bahwa aturan tersebut telah ditetapkan oleh Kementrian Perhubungan (Kemenhub). Kendati demikian, aturan itu bisa saja berubah menyesuaikan kondisi yang ada di lapangan. Dalam hal ini Dishub Jatim menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian dalam pengaturan di lapangan. 

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengeluarkan Peraturan Menteri Perhubungan nomor PM 34 Tahun 2018 tentang Pengaturan Lalu Lintas pada masa Angkutan Lebaran Tahun 2018. Aturan ini membatasi operasional truk barang di jalan tol dan jalan nasional mulai 12-14 Juni 2018 dan 22-24 Juni 2018.


(RRN)