Kepala Sekolah: Siswa Lebih Semangat Belajar Jika Ada UN

Patricia Vicka    •    Selasa, 29 Nov 2016 13:37 WIB
ujian nasional
Kepala Sekolah: Siswa Lebih Semangat Belajar Jika Ada UN
Ujian Nasional SD (Foto: Antara/Maulana)

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Ujian nasional (UN) kerap menjadi momok bagi siswa mendekati masa akhir sekolah. Atas dasar itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan berencana menghapusnya. Namun, tak semua sepakat demikian. 

Kepala Sekolah SMP 2 Cangkringan, Hadi Suparmo, mengatakan beberapa orang tua dan siswa justru lebih senang jika UN tetap dilaksankan. 

"Persiapan UN kan sudah jauh-jauh hari. Mereka lebih semangat belajar kalau ada UN," kata Hadi melalui sambungan telepon, di Yogyakarta, Selasa (29/11/2016). 

Rencana menghapus UN, kata dia, membuat orang tua dan siswa bingung untuk bersiap diri. Selain itu, ia menilai UN lebih tepat dijadikan standar evaluasi kemampuan daerah dalam menyerap pelajaran.

"Dengan ujian, daerah bisa melihat kemampuan siswa menyerap materi," kata Hadi.

Kepala sekolah SMAN 1 Yogyakarta, Rudy Prakanto, mengatakan para siswa tak merasa stres dengan keberadaan UN karena sudah mempersiapkan diri jauh-jauh hari. 

"Kami sudah mempersiapkan mereka dengan latihan materi sekolah sejak mereka di kelas 10. Jadi, mereka tak khawatir dengan UN," tutur Rudy di kantornya di Jalan HOS Cokromaminoto Yogyakarta.


Kepala SMAN 1 Rudy Prakanto. Foto: Metrotvnews.com/Vicka

Pihak sekolah kini terus menyemangati siswa agar tak kendor semangat belajarnya, apapun bentuk ujian akhir. Sebab, walaupun UN dihapus, tetap akan ada ujian akhir yang dibuat pemerintah daerah.

"Kami juga siap jika diminta menyusun soal-soal ujian oleh pemda," kata dia.

Baca: Anies Minta Mendikbud Pikirkan Lagi Soal Moratorium UN

Jika UN dihilangkan, ia meminta pemda membuat standardisasi kelulusan dan ujian yang mendekati UN. "Agar standar mutu pendidikan di Yogyakarta tak menurun," ujarnya.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy telah bertemu dengan Presiden Joko Widodo dan berbicara tentang penangguhan UN. Presiden Jokowi setuju dengan wacana ini.

Pelaksanaan moratorium tinggal menunggu instruksi presiden. Saat ini, kata Muhadjir, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tengah merampungkan persiapan moratorium UN.

Muhadjir telah mengumpulkan kepala dinas pendidikan provinsi se-Indonesia untuk menjelaskan hal ini. Rencana penghapusan UN ditarget terealisasi 2017.

 


(UWA)