Disparitas Tarif Ojek Online dan Pangkalan Dipengaruhi Sponsor

Pythag Kurniati    •    Jumat, 17 Mar 2017 13:50 WIB
ojek online
Disparitas Tarif Ojek Online dan Pangkalan Dipengaruhi Sponsor
Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo -- MTVN/Pythag Kurniati

Metrotvnews.com, Solo: Disparitas harga antara transportasi berbasis online dan konvensional menjadi bahan pertimbangan utama bagi warga dalam memilih. Masyarakat akan cenderung lebih memilih yang harganya lebih murah.

"Dengan Go-Jek, kita tidak perlu tawar-menawar. Tarif sudah langsung terukur," kata Dendy, warga Laweyan, Solo, Jawa Tengah, Jumat, 17 Maret 2017.

Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo mengakui, sering mendapatkan keluhan mengenai disparitas tarif Go-Jek dengan ojek pangkalan. "Bedanya ojek pangkalan dengan Go-Jek, mereka tidak ada sponsor, Go-Jek ada sponsornya. Ini yang harus dicatat," kata dia di Bale Tawangarum, Balai Kota Solo.

Keberadaan sponsor itulah yang menimbulkan tingginya disparitas harga. "Kalau sama-sama tidak ada sponsor, tarif Go-Jek pasti juga tinggi," papar Rudy.

Rudy menambahkan, pemerintah pusat harus memikirkan pihak yang merasa dirugikan dengan kehadiran Go-Jek. "Ojek pangkalan juga harus dipikir. Bagaimana mendapat penghasilan, setoran sedikit, dan ada sponsornya. Itu pasti bisa meminimalisir disparitas harga," katanya.

Sebelumnya, kisruh antara Go-Jek, sopir taksi, dan ojek pangkalan terjadi di Solo pada Rabu, 15 Maret 2017. Kisruh bermula dari pengusiran pengemudi Go-Jek di depan Stasiun Purwosari.

Kisruh pun merembet hingga ke depan Balai Kota Solo, saat sopir taksi konvensional dan ojek pangkalan melakukan aksi di sana. Polresta Solo pun turun tangan mendamaikan pihak yang berseteru. Kesepakatan sementara, Go-Jek diminta menjadi jasa antar makanan sementara tim terpadu merumuskan penyelesaian.


(NIN)