Mitigasi Gempa dan Tsunami

Pantai Selatan Jateng Dipantau 2 Alat Peringatan Tsunami

Budi Arista Romadhoni    •    Jumat, 05 Oct 2018 12:55 WIB
gempa bumi
Pantai Selatan Jateng Dipantau 2 Alat Peringatan Tsunami
Ilustrasi bangunan rusak akibat gempa, Medcom.id

Banjarnegara: Jawa Tengah memiliki garis pantai selatan sepanjang 289,07 Kilometer. Namun, Jateng hanya memasang dua alat peringatan dini atau early warning system (EWS) untuk mendeteksi tsunami.

Tsunami berpotensi menerjang pesisir pantai selatan Jateng. Sebab, kawasan itu dekat pusat sesar aktif yang berkaitan dengan gempa.

Menurut Kepala Stasiun Geofisika Kelas III Banjarnegara Setyoajie Prayoedhie, jumlah EWS itu sangat kurang. Ia lalu membandingkan dengan Jepang yang luasnya tak lebih dari Pulau Sumatera.

"Jepang punya ribuan sensor gempa, dan didukung jaringan ocean bottom tsunami meter (OBTM)," kata Setyoajie melalui sambungan telepon dengan Medcom.id, Jumat, 5 Oktober 2018.

Setyoajie mengatakan Jepang menerapkan teknologi untuk mendeteksi bencana gempa dan tsunami. Sehingga Jepang dapat meminimalisasi dampak bencana pada masyarakat dan infrastruktur.

"Semakin rapat jejaring sistem observasi akan semakin mempercepat dan meningkatkan kualitas analisis di dalam penentuan parameter gempa dan peringatan dini tsunami," terangnya. 

Selain alat, Lanjut Setyoajie, masyarakat pun harus sadar dan waspada secara mandiri bila gempa dan tsunami terjadi. Waktu evakuasi yang terbatas. Sehingga kemandirian diperlukan.

Ia mengimbau kepada masyarakat, jika merasakan guncangan gempa dgn intensitas yang kuat dengan durasi cukup lama, maka dapat segera mengungsi ke tmpat tinggi dan aman. 

"Jangan menunggu perintah evakuasi. Jangan lupa dipersiapkan sebelumnya tas emergency yang isinya obat-obatan, makanan siap saji dan air minum, yang cukup untuk 3 hari kedepan. Sehingga kebutuhan akan pangan tercukupi, sampai bantuan sampai," tandasnya.


(RRN)