Balita Korban Penyiksaan Ceria Kembali

Patricia Vicka    •    Senin, 21 Nov 2016 17:09 WIB
penganiayaan anak
Balita Korban Penyiksaan Ceria Kembali
Sartini dan anaknya yang menjadi korban kekerasan sang majikan, MTVN - Ahmad Mustaqim

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Balita korban penyiksaan di Yogyakarta, JM, kini mulai ceria lagi. Bersama ibunya, Sartini, JM kini berada di bawah perlindungan Pusat Pelayanan Terpadu Perempuan dan Anak (PPTPA) DIY Rekso Dyah.

Kepala PPTPA DIY Rekso Dyah, Tuti Purwani, mengatakan JM kini riang kembali. Ia bebas berlari tanpa takut dan seolah melupakan trauma akibat perlakuan majikan ibunya.

"Kadang dia suka dorong-dorong benda-benda di sampingnya. Sudah enggak rewel, suka minum susu dan makannya juga sudah banyak," kata Tuti di kantornya di Jalan Bali Rejo, Yogyakarta, Senin (21/11/2016).

Kondisi itu jauh berbeda ketimbang saat JM tiba di PPTPA. Saat itu, bocah berusia 1,5 tahun itu hanya diam. JM seolah takut saat melihat orang dewasa selain ibunya. JM juga menangis dan berteriak saat jauh dari ibunya

Sementara itu, kondisi Sartini juga membaik. Ia tampak tak stres lagi. Senyum juga mengembang dan ia pun mulai nyaman menceritakan kekerasan yang menimpa padanya.

Baca: Balita Korban Penyiksaan Trauma Lihat Kulkas & Mesin Cuci

JM dan Sartini menghuni rumah aman Rekso Dyah sejak Jumat 18 November 2016. Keduanya tinggal di sebuah rumah yang dirahasiakan alamatnya hingga proses hukum rampung.

Kepada Tuti, Sartini mengaku mendapat intimidasi dari sang majikan sebelum ditampung di rumah aman. Lantaran itu, Sartini memerlukan suasana tenang untuk memulihkan kondisi psikologisnya beserta anaknya.

Untuk mempercepat proses pemulihan, Rekso Dyah bersama Polda DIY memfasilitasi Sartini bertemu dengan keluarganya. 

"Ibu, bapak dan anak Sartini sudah datang ke sini Sabtu lalu. Mereka melepas kangen sekaligus mengecek kondisi Sartini," pungkasnya.

Hingga kini Polda DIY masih terus mengorek keterangan Sartini dan beberapa saksi terkait kasus kekerasan tersebut. Polda juga akan memanggil majikan Sartini, AC, untuk dimintai keterangan.

Sartini dan putranya, JM, 1,5 tahun, menjadi korban kekerasan majikannya, AC, yang beralamat di Jalan Parangtritis, Bantul, Yogyakarta. 

Disekap pada Februari hingga September lalu, Sartini dan putranya mendapatkan sejumlah tindak kekerasan dari majikan. Setelah berhasil kabur dan menenangkan diri, Sartini memberanikan diri lapor ke polisi, 15 November.


(RRN)