DI Yogyakarta Defisit 3.000 Guru PNS

Patricia Vicka    •    Senin, 12 Feb 2018 17:16 WIB
guru
DI Yogyakarta Defisit 3.000 Guru PNS
Siswa kelas 1 sampai 6 mencium tangan Gurunya Apudin (kanan), saat hendak pulang sekolah, usai belajar bersama dalam satu ruang kelas, di SD Negeri Ujung Alang 1 Filial Bondan, Dusun Bondan, Desa Ujung Alang, Kampung Laut, Cilacap, Jateng. Foto: Antara/Id

Yogyakarta: Dinas Pendidikan DI Yogyakarta mendukung rencana pengangkatan guru honorer atau guru tidak tetap menjadi PNS. Pasalnya, pengangkatan sudah sangat penting dilakukan karena DI Yogyakarta defisit 3.000 guru.

"Sangat mendesak mengangkat guru-guru PNS. Kami butuh 2-3 ribu guru lagi," tegas Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY Baskara Aji, Yogyakarta, Senin, 12 Februari 2018.

Setiap tahun, sekitar seribu guru PNS pensiun di seluruh DI Yogyakarta. Moratorium PNS yang dikeluarkan pemerintah pusat tak kunjung dicabut. Akibatnya, DI Yogyakarta terpaksa bergantung ke guru honorer.

"Kami pernah buka lowongan guru kontrak tiga tahun lalu. Tapi sekarang masih membutuhkan guru berstatus PNS,"ujar dia.

Hingga kini pihaknya masih menunggu langkah detail rencana pengangkatan guru honorer yang akan dilakukan pemerintah pusat.

Ia berharap pemerintah pusat secepat merumuskan skema dan mekanisme pengangkatan para guru honorer. Kemudian menyosialisasikannya kepada pemerintah daerah.

"Kami harap bisa segera direalisasikan biar kami bisa cepat dapat guru PNS. Kalau pusat sudah start, kami langsung buka CPNS," tegasnya.

Disdikpora DI Yogyakarta mencatat setidaknya ada empat ribu guru honorer di seluruh DI Yogyakarta. Mereka tersebar di seluruh Kabupaten dan kota. Sebagian besar mengajar sebagai guru sekolah dasar (SD).


(SUR)