Banjir Landa 3 Kecamatan di Blora

Akhmad Safuan    •    Kamis, 14 Dec 2017 12:42 WIB
banjircuaca ekstrem
Banjir Landa 3 Kecamatan di Blora
ilustrasi Metrotvnews.com

Blora: Bencana banjir melanda tiga kecamatan di Kabupaten Blora, Jawa Tengah dengan ketinggian mencapai 1 meter, meskipun tidak ada korban jiwa namun ribuan warga terpaksa bertahan menunggu air surut yang merendam rumah mereka.

Pantauan Media Indonesia di pantura Rabu 13 Desember akibat diguyur hujan lebat sejak sore beberapa sungai di tiga kecamatan di Blora yakni Cepu, Kedungtuban dan Kradenan meluap hingga menyebabkan banjir melanda dengan ketinggian 50 - 100 sentimeter, ratusan rumah terendam dan ribuan warga bertahan dengan berendam hampir setengah badan.

Meskipun belum terlihat gelombang pengungsian dan tidak ada korban jiwa, ratusan petugas baik dari BPBD, kepolisian, TNI, PMI dan SAR setempat terus bersiaga dan bersiap melakukan evakuasi menggunakan perahu karet.

"Hujan lebat terjadi hanta sekitar 1,5 jam, tapi akibat meluapnya singai air dengan cepat meninggi hingga membanjiri perkampungan kami," kata Sholikun,40, warga Cepu, Blora.

Hal senada diungkapkan Salim,51, warga Desa Sumber, Kecamatan Kradenan, Blora, bahwa hujan yang terjadi sekitar pukul 16.30 WIB tersebut membuat ratusan rumah terendam dengan ketinggian sampai dada orang dewasa.

Meskipun banjir cukup tinggi, lanjutnya, warga bertahan di tempat yang lebih tinggi baik diatas meja maupun tempat tidur, terutama anak-anak, karena petcaya bahwa banjir akan segera surut kembali.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Blora Sri Rahayu mengatakan, seluruh petugas saat ini bersiaga penuh, meskipun banjir mulai surut. Petugas dengan berbagai perlengkapan juga telah siap mengevakuasi warga ke tempat yang lebih aman.

"Segala keperluan telah disiapkan untuk menjaga berbagai kemungkinan akibat bencana dari logistik, obat-obatan, dapur umum maupun perlengkapan untuk memberikan bantuan untuk korban," kata Sri Rahayu.

Berdasarkan data yang dikumpulkan petugas, demikian Sri Rahayu, di tiga kelurahan di Cepu banjir merendam sebanyak 125 rumah dengan ketinggi air 50-100 sentimeter, di Kecamatan Kedungtuban banjir melanda dua desa dengan ketinggian air 30-50 sentimeter merendam sekitar 40 rumah dan di Kecamatan Kradenan air dengan ketinggian 50-100 sentimeter merendam 325 rumah.

Tidak hanya rumah penduduk, uhar Sri Rahayu, banjir juga merendam ratusan hektare sawah dan mengakibatkan rek kereta api di Desa Kemantren, Kecamatan Kedungtuban ambles. 

"Saat ini masih dilakukan pengecekan tingkat keamblesan rel, tetapi yang pasti untuk sementara belum dapat dilintasi kereta," tambahnya. 


(ALB)