Wisatawan di Yogyakarta Diminta Tak Parkir Sembarangan

Ahmad Mustaqim    •    Selasa, 26 Dec 2017 21:29 WIB
natal dan tahun baru
Wisatawan di Yogyakarta Diminta Tak Parkir Sembarangan
Ilustrasi. MTVN/M Rizal

Yogyakarta: Wisatawan di kawasan Kota Yogyakarta diimbau mematuhi penggunaan lokasi parkir kendaraan. Apabila ketahuan parkir di lokasi tak sesuai peruntukan, kendaraan akan digembosi.

"Langsung kita gembosi jika ketahuan. Ini untuk efek jera," ujat Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi melalui sambungan telepon pada Selasa, 26 Desember 2017.

Salah satu titik yang jadi lokasi larangan parkir yakni di sepanjang Jalan Malioboro. Menurutnya, sudah ada mobil yang digembosi petugas karena melanggar aturan. Di sisi lain, petugas tak menemukan pemilik mobil saat beberapa saat mencari. Padahal, lokasi parkir wisata di kawasan Malioboro telah ditempatkan di Taman Parkir Abu Bakar Ali.

Heroe belum bisa memastikan akan meningkatkan sanksi parkir liar pengendara bandel menjadi penggembokan ban kendaraan. Ia menyatakan akan membahasnya lebih dulu hal tersebut dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

(Baca: Dishub Siapkan Kantong Parkir Tambahan di Kawasan Malioboro)

Kepala Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta Wirawan Haryo Yudho mengatakan pemerintah setempat telah menentukan lokasi dan tarif parkir. Ketentuan tarif parkir di tempat parkir yang dikelola Dinas Perhubungan telah diatur dalam Peraturan Daerah Nomor 5 tahun 2012 tentang Retribusi Jasa Usaha, salah satunya mengatur tarif retribusi pada satuan ruang parkir di Tepi Jalan Umum (TJU), dan Perda Nomor 4 Tahun 2012 yang mengatur tarif retribusi parkir di Tempat Khusus Parkir (TKP).

Perda Nomor 5 Tahun 2012 mengatur lokasi parkir di TJU yang dibagi menjadi dua kawasan, yakni kawasan I dan kawasan II. Di kawasan I untuk sepada motor tarif parkirnya Rp1.000, mobil sedan/jeep Rp2.000, bus sedang Rp15.000, truk sedang Rp15.000, bus besar Rp20.000, truk besar Rp20.000, truk gandengan/sumbu III Rp30.000.

Untuk di kawasan II tarif parkirnya, sepada motor Rp1.000, mobil sedan/jeep Rp2.000, bus sedang Rp10 ribu, truk sedang Rp10.000, bus besar Rp15.000, truk besar Rp15.000, truk gandengan/sumbu III Rp20.000.

"Jadi parkirlah sesuai ketentuan," kata dia.

Di sisi lain Perda Nomor 4 tahun 2012 juga mengatur retribusi jasa usaha, lebih spesifik tarif retribusi parkir di Tempat Khusus Parkir (TKP). Adapun ketentuannya tarif sesuai aturan tersebut yakni sepada motor sebesar Rp1.000, mobil sedan/jeep/pick up Rp2.000, bus sedang Rp15.000, truk sedang Rp15.000, bus besar Rp20.000, truk besar Rp20.000, serta truk gandengan/sumbu III Rp30.000.

Sejumlah lokasi parkir yang dikelola Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta diantaranya Taman Parkir Senopati, Ngabean, dan Limaran. Selain itu, ada pula lokasi parkir lain yang dikelola swasta dan menerapkan tarif berbeda.

"Tarif parkir di dalam perda itu berlaku dua jam pertama parkir. Bila parkir lebih dari jam itu, pemilik kendaraan dikenai tarif tambahan 50 persen dari tarif awal," kata dia.


(SUR)