Penutupan Perlintasan Sebidang Bantu Kurangi Kecelakaan

Ahmad Mustaqim    •    Selasa, 19 Dec 2017 12:15 WIB
jalur kereta api
Penutupan Perlintasan Sebidang Bantu Kurangi Kecelakaan
Seorang warga saat melintas di bekas perlintasan sebidang di bawah jembatan layang Janti Yogyakarta. (Medcom.id-Ahmad Mustaqim) 3 Attachments

Yogyakarta: Penutupan perlintasan sebidang jalur kereta api dinilai efektif menekan kepadatan lalu lintas di jalur tersebut. Di Yogyakarta, lebih dari 160 kereta api melintas dalam sehari.

"Paling tidak penutupan perlintasan sebidang bisa mengurangi kepadatan lalu lintas di perlintasan sebidang," kata Humas PT KAI Daop VI, Eko Budiyanto kepada Medcom.id ditemui di ruang kerjanya pada Selasa, 19 Desember 2017. 

Eko memperkirakan ada 171 kereta api melintas per hari di perlintasan Daop VI selama libur Natal 2017 dan Tahun Baru 2018. Jumlah 171 kereta api itu dengan rincian 76 KA jarak jauh, 29 KA lokal, 32 KA barang, 34 KA dinas seperti perbaikan rel, dan KA tambahan Natal serta Tahun Baru sebanyak 7 KA. 

"Hari biasa dikurangi kereta tambahan. Kira-kira ada 164 KA yang melintas per harinya," ujar Eko. 

Baca: Penutupan Perlintasan Sebidang di Yogyakarta Diprotes

Selain itu, lanjut Eko, penutupan perlintasan sebidang diharapkan bisa menekan angka kecelakaan. Menurutnya, belum ada peristiwa kecelakaan sejak penutupan perlintasan sebidang di bawah jembatan layang Janti sejak akhir September 2017. 

Eko menegaskan kewenangan penutupan perlintasan sebidang ada di Kementerian Perhubungan, tepatnya di Dirjen Perkeretaapian. Pada 7 Desember 2017, perlintasan sebidang di Desa Ngeseng, Sentolo, Kulon Progo, Yogyakarta, juga ditutup. Di sana, warga yang semula melintas jalan itu harus memutar melewati jalan layang dan simpang sempat Ngelo, pun sebaliknya. 

"Penutupan di Desa Ngeseng lancar. Penutupan perlintasan sebidang kemungkinan dilakukan di wilayah lain ada, mungki di Sumatera. Untuk di Yogya baru dua itu yang ditutup," ungkapnya.

Baca: Semua Perlintasan Sebidang Jalur Jakarta-Surabaya Hendak Ditutup

Meski dianggap berdampak positif, pengguna jalan masih merasa terganggu. Kosadi, warga Bantul, merasa tidak nyaman dengan penutupan perlintasan sebidang di bawah jembatan layang Janti dengan bersepeda. 

Tak hanya Kosadi, sejumlah masyarakat masih kecele saat melewati bawah jembatan layang Janti. "Ya cuma menerima dengan pengertian saja. Namun tetap kengganggu sebenarnya," kata Kosadi. 


(ALB)