Menteri Agama Minta Pelajar Menguasai Esensi Ajaran Islam

Ahmad Mustaqim    •    Jumat, 27 Oct 2017 20:10 WIB
Menteri Agama Minta Pelajar Menguasai Esensi Ajaran Islam
Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin. Foto: MTVN/Ahmad Mustaqim

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Pelajar muslim harus menguasai esensi ajaran Islam yang moderat. Hal ini disampaikan Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin di depan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU).

"IPPNU sebagai bagian yang tak terpisahkan dari Nahdlatul Ulama, saya harapkan tetap dan terus mendalami serta menguasai esensi ajaran Islam," kata Lukman saat membuka Konferensi Besar IPPNU 2017 di Asrama Haji Yogyakarta pada Jumat, 27 Oktober 2017.

Islam rahmatan lil alamin, Islam yang membawa rahmat dan kesejahteraan bagi semua, merupakan esensi dan substansi pokok ajaran. Hal ini tak boleh dilupakan.

Dalam acara bertema "Pelajar Putri Bersinergi Kawal Deradikalisasi" ini, Lukman mengungkapkan, Islam di Indonesia memengaruhi perkembangan Islam dunia. Termasuk ormas-ormas islam turut memberi corak keislaman.

Namun, kata dia, ada kelompok Islam yang mengajarkan paham yang berlebihan. Hal itu perlu diimbangi dengan mempelajari pelajaran tentang keislaman berupa teks dan konteks yang ada di kehidupan masyarakat.

"Jadi tidak sebatas mempelajari keaktualisasian teks. Akal tak bisa berjalan sendiri tanpa keberadaan teks. IPPNU harus kuat dalam pengetahuan nilai-nilai dasar," ungkapnya.

Menteri Lukman juga mengungkapkan perilaku yang baik akan menghindarkan tiap orang dari organisasi ekstrem yang mengajarkan paham berlebihan. Dengan begitu, deradikalisasi akan bisa muncul jika pemahaman islam sudah baik.

"Kekuatan pelajar pada intelektualitas dan wawasan. Kekerasan tak bisa menyelesaikan masalah," ungkapnya.

IPPNU ciptakan koridor

Ketum IPPNU, Rekanita Puti Hasni mengatakan Konferensi Besar yang akan berlangsung hingga Minggu, 29 Oktober 2017 ini bakal membahas tantangan pelajar yang memang besar, salah satunya radikalisme dalam beragama. Ia menilai IPPNU harus serius mendampingi dan membantu anggotanya agar tetap berada di koridor yang benar.

"Radikelisme tantangan serius Indonesia. Indonesia harus selalu dijaga kekhasan nilai luhur, kakayaan alam manusia, baik materiil maupun immateriil," kata dia.

Ia menambahkan, IPPNU akan memperjuangkan agar pelajar bisa bersaing di tingkat global dalam konsep NU yang sudah diajarkan. "Caranya dengan menjadikan warisan masa lalu yang baik dan menggunakan hal baru yang lebih baik," jelasnya.

Acara tersebut dihadiri sejumlah tokoh dan pejabat, diantaranya pengurus pusat PBNU, Ma'sum Mahfud, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY, Luthfi Hamid, perwakilan Pemerintah DIY, serta sejumlah pengurus NU di Yogyakarta.

Selain itu, anggota IPPNU dari seluruh Indonesia itu membacakan ikrar pelajar nusantara yang berisi: akan konsekuen dan konsisten menjaga keberagaman dan toleransi sesuai pancasila, UUD 1945, serta NKRI; menjaga islam yang ramah dan cinta damai; menolak segala kekerasan dan radikalisme atas nama agama; menolak ideologi yang bertentangan dengan pancasila di lembaga pendidikan; serta menolak persekusi di sosial media dan di manapun.
(SUR)