Transportasi Online Mulai Rambah Pinggiran Yogyakarta

Ahmad Mustaqim    •    Rabu, 06 Sep 2017 11:57 WIB
transportasi berbasis aplikasi
Transportasi <i>Online</i> Mulai Rambah Pinggiran Yogyakarta
Ilustrasi. Foto: MI/Ramdani

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Penyedia jasa transportasi berbasis aplikasi (online) mulai merambah ke pelosok daerah. Salah satu penyedia jasa transportasi sistem online, Grab, mulai melakukan perekrutan pengemudi (driver) dan "menyusup" ke Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. .

Masuknya transportasi daring ini pun ternyata cepat menarik minat warga untuk ikut menjadi penyedia jasa. Wahyu, warga Desa Kepek, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, salah satu yang ingin ikut bergabung.

"Saya sudah mendaftar (di Grab), sudah memberikan berkas pendaftaran. Nunggu pengaktifan akun aplikasinya," kata seorang pelamar, Wahyu, pada Rabu, 6 September 2017.

(Klik juga: Masyarakat Banyak Beralih jadi Pekerja Transportasi Online)

Gunungkidul yang menjadi magnet wisatawan diperkirakan jadi salah satu pertimbangan penyedia jasa transportasi online berusaha masuk. Hingga kini, belum ada pengemudi transportasi online yang terdaftar dari wilayah sisi timur Yogyakarta ini. Namun, tak sedikit pengemudi dari kawasan Yogyakarta mengangkut penumpang ke sejumlah kawasan wisata, seperti Bantul hingga Gunungkidul.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Gunungkidul, Syarief Armunanto mengatakan belum mengetahui perihal mulai masuknya transportasi berbasis aplikasi ini. Dinas Perhubungan masih memantau dan belum bisa mengambil tindakan.

Salah satu alasannya, sejumlah pasal Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 26 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Layak Trayek telah direvisi Mahkamah Konstitusi. "Kita tunggu perkembangannya nanti," ujar Syarief.

Kabar masuknya transportasi sistem online membuat pengemudi kendaraan konvensional waswas. Seorang pengemudi ojek konvensional, Hendra berharap pemerintah setempat bisa membuat regulasi yang baik agar tak mematikan mata pencaharian.

(Baca: Muncul di Cirebon, Grab Bike Klaim Gandeng Ojek Pangkalan)

"Di sini penumpangnya biasanya orang mau belanja ke pasar atau penjual sayuran. Kalau itu (transportasi sistem online) masuk ya jangan sampai mematikan rezeki orang lain," ungkapnya.

Ojek online besutan Indonesia, Gojek, masuk di Yogyakarta dimulai 2015 lalu. Setelah Gojek disusul Uber dan Grab. Wilayah operasi para pengemudi mendominasi wilayah Kota Yogyakarta dan sebagian Kabupaten Sleman. Namun, ada pula pengemudi yang mengangkut penumpang hingga ke sejumlah wilayah Kabupaten Bantul dan Kulon Progo.

Dalam perjalanannya, keberadaan pengemudi transportasi berbasis aplikasi ini sempat menimbulkan polemik. Kasus teranyar yakni penelanjangan seorang pengemudi saat memasuki area Bandara Adisutjipto beberapa pekan lalu. Pengemudi transportasi berbasis aplikasi pun akhirnya dilarang mengangkut penumpang di area umum, seperti bandara dan stasiun.

(Baca juga: Ojek Online Dilarang Mangkal di UGM)
 


(SUR)