Lebih Praktis Beli Oleh-oleh Haji di Negeri Sendiri

Kuntoro Tayubi    •    Rabu, 02 Aug 2017 16:45 WIB
haji 2017
Lebih Praktis Beli Oleh-oleh Haji di Negeri Sendiri
Suasana toko kebutuhan haji di Tegal, Jawa Tengah. (Metrotvnews.com/Kuntoro Tayubi).

Metrotvnews.com, Tegal: Salah satu kebiasaan orang Indonesia saat bepergian adalah oleh-oleh. Tak terkecuali saat seseorang menunaikan ibadah haji di Tanah Suci. Sanak keluarga senantiasa menanti buah tangan para haji yang pulang ke Tanah Air.

Namun, oleh-oleh itu tak harus dibeli langsung dari Arab Saudi. Jemaah haji kerap kali berbelanja di dalam negeri. Buktinya, para pedagang oleh-oleh selalu kebanjiran pembeli saat musim haji.

Seperti di Toko Oleh-oleh Haji Al Haromain di Tegal, Jawa Tengah. Omzet yang didapat mampu mencapai tiga kali lipat sejak satu pekan lalu. Pembelinya, sebagian besar jemaah calon haji atau keluarganya.

Ada beragam oleh-oleh biasa diburu para jeamaah calon haji. Selain kurma, kacang arab, coklat dan kismis, oleh-oleh yang paling laris adalah air zam-zam, sajadah, tasbih, teko serta cangkir zam-zam.

“Ada juga oleh-oleh dalam kemasan paket hemat dibandrol Rp35 ribu. Isinya mulai dari tasbih kecil, kacang arab, kurma, kismis dan air zam-zam. Oleh-oleh ini juga banyak diminati para jemaah calon haji karena simpel namun tetap menarik untuk oleh-oleh sekaligus souvenir,” ungkap pemilik toko, Habieb Ali Zaenal Abidin, Rabu, 2 Agustus 2017.

Menurutnya, air zam-zam, kismis serta jenis kacang-kacangan dari tanah arab adalah oleh-oleh yang paling banyak diburu. Saat musim haji, sedikitnya lima ratus botol air zam-zam ukuran kecil bisa terjual per hari.

Khusus air zam-zam dan kacang-kacangan arab, harganya mengalami kenaikan hingga dua kali lipat. Air zam-zam ukuran botol kecil dari Rp15.000 menjadi Rp30.000. Sedangkan botol galon besar dari Rp350.000 menjadi Rp750.000.

Salah seorang pembeli, Mundiroh mengaku sengaja memesan oleh-oleh sebelum keberangkatan umroh pada September 2017 mendatang. Adapun nantinya oleh-oleh tersebut dibagikan kepada kerabat dan tetangga.

“Lebih enak membeli oleh-oleh di kota sendiri, karena lebih praktis dan relatif lebih murah. Daripada beli dari Mekkah atau Madinah malah repot bawa pulangnya,” pungkasnya.


(SAN)