Soal Sekolah Lima Hari, Jateng Ikuti Pusat

Mustholih    •    Jumat, 16 Jun 2017 20:30 WIB
pendidikan
Soal Sekolah Lima Hari, Jateng Ikuti Pusat
Wakil Gubernur Jateng Heru Sudjatmoko (kedua dari kiri) saat mengikuti buka puasa bareng DPRD Jateng. (Metrotvnews.com/Mustholih)

Metrotvnews.com, Semarang: Pemerintah Provinsi Jawa Tengah siap mendukung kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tentang sekolah lima hari. Wakil Gubernur Jawa Tengah, Heru Sudjatmoko, menegaskan sistem pendidikan sekolah di Jateng secara prinsip mengikuti kebijakan pemerintah pusat.

"Prinsip kita mengikuti kebijakan pusat. Kalau tujuannya baik mengapa tidak," kata Heru usai mengikuti buka puasa bersama anggota Dewan di Gedung DPRD Jateng, Semarang, Jumat, 16 Juni 2017.

Namun, kata Heru, Pemprov Jateng cenderung setuju dengan penerapan sekolah lima hari diberlakukan bertahap, disesuaikan kondisi sekolah. Penyebabnya, kondisi sekolah di Jateng tidak sama.

Aturan sekolah lima hari tertuang dalam Permendikbud Nomor 23/2017 tentang hari Sekolah. Mulai tahun ajaran 2017/2018 pada Juli mendatang, siswa dan guru berada di sekolah selama delapan jam.

Dengan ketentuan ini, durasi siswa belajar di sekolah bakal bertambah menjadi delapan jam. Durasi belajar siswa saat ini adalah enam jam.

Namun, begitu kebijakan ini mencuat, muncul penolakan dari banyak kalangan masyarakat. Kebijakan ini dikhawatirkan, antara lain, mengancam sistem pendidikan Madrasah Diniyah dan MTQ.

Menanggapi kekhawatiran tersebut, Heru menyatakan Presiden Jokowi pasti bakal mengambil langkah bijaksana. Menurut Heru, kebijakan sekolah lima hari jangan sampai mematikan sistem pendidikan non-formal.

"Saya kira itu menjadi catatan, agar bagaimana itu tidak saling menyulitkan satu dengan lain. Saya kira Bapak Presiden bijaksana. Kita menunggu. Kalau dilaksanakan dalam perjalanannya pasti akan ada evaluasi bagaimana yang terbaik," tegas Heru.


(SAN)