Sungai Tercemar, Pemkab Jepara Pasok Air Bersih

Rhobi Shani    •    Sabtu, 19 Aug 2017 15:49 WIB
lingkungan
Sungai Tercemar, Pemkab Jepara Pasok Air Bersih
Bupati Jepara Ahmad Marzuqi saat meninjau kondisi air sungai Gede di Desa Karangrandu yang tercemar.

Metrotvnews.com, Jepara: Warga Desa Karangrandu Kecamatan Pecangaan Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, mendapat droping air bersih. Itu bukan lantaran kekeringan, melainkan air sungai yang melintas di desa setempat yang juga dimanfaatkan warga tercemar.
 
Bupati Jepara Ahmad Marzuqi menyampaikan, pihaknya telah menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan PDAM Jepara untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi warga yang terdampak.
 
“Solusi jangka pendek, pintu air bendungan Karangrandu dibuka. Kemudian untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi warga, nanti akan dipasok BPBD dan PDAM,” ujar Marzuqi, Sabtu 19 Agustus 2017.
 
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara langsung mengambil tindakan, merespons kondisi Sungai Gede Karangrandu yang menghitam. Bupati Jepara Ahmad Marzuqi lantas menginstruksikan untuk memperlancar aliran sungai dan melakukan droping air bersih, untuk kebutuhan warga. 
 
Marzuqi bilang, langkah tersebut untuk mengatasi keluhan warga Desa Karangrandu yang airnya menjadi hitam dan berbau. Kondisi itu sudah berlangsung sejak sebulan terakhir.
 
Sementara itu, Direktur PDAM Jepara Prabowo menambahkan, pihaknya siap untuk melaksanakan droping air kepada warga Karangrandu. Hanya saja, pihaknya masih menunggu perintah.
 
“Kalau ada calling (perintah) kami langsung berangkat,” kata Prabowo.
 
Namriah, warga Desa Karangrandu menceritakan, sejak air sungai tercemar,  air sumur-sumur warga juga tercemar. Warga terpaksa membeli air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Pasalnya, Air sumur yang tercemar hanya untuk mencuci dan mandi.
 
“Sehari bisa habis dua sampai tiga jerigen. Satu jerigen harganya Rp7.000 dan itu sudah berlangsung satu bulan lebih,” ungkap Namriah.
 
Namriah menambahkan, lantaran menggunakan air sumur yang tercemar untuk mandi, kini sejumlah warga mulai terserang penyakit gatal-gatal.


(ALB)