Presiden IDEA Sebut Peran Pendamping DD tak Maksimal

Patricia Vicka    •    Sabtu, 12 Aug 2017 14:05 WIB
dana desa
Presiden IDEA Sebut Peran Pendamping DD tak Maksimal
Ilustrasi dana desa, Ant

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Penggunaan dana desa di Daerah Istimewa Yogyakarta(DIY) dinilai belum efektif menurunkan angka kemiskinan. Bahkan kesenjangan sosial di di DIY semakin meningkat. Salah satu faktor penyebabnya adalah belum efektifnya peran dan tugas para pendamping desa.

Presiden Institut Development and Economic Analisys (IDEA), Sunarja, mengatakan para pendamping ini belum memiliki kemampuan yang memadai untuk menyerap aspirasi masyarakat kelas bawah untuk kemudian menyampaikannya dalam Musrembang desa. 

"Para pendamping kurang melibatkan masyarakat bawah dalam Musrenbang. Sehingga kepentingan dan kebutuhan mereka sulit terakomodasi dan terealisasikan," ujar Sunarja di Yogyakarta, Jumat 11 Agustus 2017.

Akibatnya implementasi perencanaan pembangunan desa banyak yang tidak tepat sasaran dan beebrapa program menjadi Mubazir. Dirinya menyarankan agar pemerintah melirik warga lokal sebagai calon pendamping di desanya disamping persyaratan akademik. Putra lokal dianggap lebih mengenal karakteristik dan potensi desa yang belum digarap untuk dikembangkan lebih baik lagi.

Terpisah, Sekretaris Badan Pemberdayan Perempuan dan Masyarakat (BPPM) DIY Carolina Radyastuti mengakui belum efektinya penggunaan dana desa diakibatkan minimnya tenaga Pendamping. Total kuota tenaga pendamping yang dibutuhkan DIY untuk mengelola 392 desa adalah 279 orang. Namun baru terisi sekitar 30 persen. 

"Sampai sekarang, jumlah tenaga pendamping yang ada baru 86 orang.  DIY masih kekurangan 193 orang. Padahal peran mereka sangat penting dan strategi untuk mendampingi mengentaskan kemiskinan di desa," tuturnya.

Untuk mengisi kekosongan. pihaknya akan membuka rekruitmen kembali pada dalam waktu dekat. Sesuai peraturan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi pendamping desa memiliki tugas sebagai penjembatan  aspirasi dan kebutuhan warga desa dengan pemerintah desa dalam perencanaan dan serta pengarah implementasi penggunaan dana desa.

Carolina menegaskan pihaknya rutin melakukan evaluasi tugas dan pencapaian para pendamping desa secara berkala untuk menjaga kualitas mereka. Pada 2017, Kemendes meluncurkan anggaran Rp10 miliar untuk pendampingan di Desa. 


(RRN)