Krisis Air Bersih di Lereng Gunung Slamet Meluas

Kuntoro Tayubi    •    Rabu, 06 Sep 2017 10:48 WIB
kemarau dan kekeringan
Krisis Air Bersih di Lereng Gunung Slamet Meluas
Warga mengantri air bersih di Pemalang, Jawa Tengah -- MTVN/Kuntoro Tayubi

Metrotvnews.com, Pemalang: Krisis air bersih di lereng Gunung Slamet, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, kian meluas. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pemalang mulai mengintensifkan pasokan air bersih.

Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Pemalang Tri Wahyuningsih mengatakan, hingga akhir Agustus 2017, pihaknya telah mendistribusikan air bersih sebanyak 457 tangki ke wilayah yang terdampak kekeringan. Dua kecamatan yang mendapatkan pasokan air bersih, yaitu Kecamatan Pulosari dan Belik.

"Ada empat armada truk tangki yang setiap hari droping air. Tiga truk tangki di Kecamatan Pulosari dan satu di Kecamatan Belik," jelas Tri di Pemalang, Rabu 6 Agustus 2017.

(Baca: Warga Lereng Gunung Slamet Krisis Air Bersih)

Menurut Tri, semula krisis air bersih terjadi di empat desa di Kecamatan Pulosari. Saat ini, krisis air bersih meluas ke 10 desa. SEbanyak tiga desa kondisinya paling parah, yaitu Siremeng, Batursari, dan Gunungsari.

Sedangkan, untuk Kecamatan Belik, ada dua desa yang mengalami krisis sir bersih. "Jadi, sampai saat ini ada 12 desa yang sudah kami berikan bantuan air. Untuk Kecamatan Pulosari, setiap hari ada lima sampai sembilan desa kami drop air bersih. Masing-masing desa kami berikan bantuan dua hingga lima tangki," tambahnya.

Tri berkomitmen, akan terus memberikan bantuan air bersih hingga musim kemarau berakhir. Tahun ini, musim kemarau diperdiksi berlangsung hingga Oktober.

(Baca: Warga Lereng Gunung Slamet Harus Menyusuri Bukit Demi Air Bersih)


(NIN)