Siti Masitha dan Golkar Sudah Lama tak Mesra

Mustholih    •    Kamis, 31 Aug 2017 16:35 WIB
ott kpk
Siti Masitha dan Golkar Sudah Lama tak Mesra
Wali Kota Tegal Siti Mashita Suparno--Metrotvnews.com/Damar Iradat

Metrotvnews.com, Semarang: Selama menjadi Wali Kota Tegal, Siti Masitha Soeparno, ternyata punya hubungan yang buruk dengan partai pengusungnya, Partai Golkar Jawa Tengah. Walhasil, jauh-jauh hari sebelum Masitha diciduk dalam operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi, partai beringin Jateng sudah memutuskan tidak lagi mengusung perempuan 53 tahun itu di Pemilihan Wali Kota Tegal 2018.

"Kita sudah putuskan beberapa bulan lalu bahwa kita tidak akan usung Masitha. Kita sudah punya rencana mengusung Nursholeh bersama Warsono, pengusaha," kata Ketua Partai Golkar Jawa Tengah, Wisnu Suhardjono kepada Metrotvnews.com, Semarang, Kamis, 31 Agustus 2017.

Alasan Golkar Jateng berpaling dari Masitha logis. Selama menjadi Wali Kota Tegal, Masitha dinilai tidak pernah melibatkan Partai Golkar dalam konstelasi politik Kota Tegal. "Selama menjadi Wali Kota Tegal, Masitha tidak pernah memberikan komunikasi formal kepada DPD Golkar Jateng dan DPD Golkar Kota Tegal. Saya harus tegaskan dan luruskan agar tidak ada fitnah dan salah persepsi," tegas Wisnu.

Baca: Golkar Jateng Biarkan Masitha Berjuang Sendiri

Di samping itu, kata Wisnu, Partai Golkar Kota Tegal mengalami penurunan jumlah kursi di DPRD sejak Tegal dipimpin Masitha. "Kursi Golkar turun dari enam ke empat. Jadi harus ada sanksi politik dari Golkar Jateng," jelas Wisnu.

Meski begitu, rupanya Siti Mashita ingin maju lagi di Pilkada Kota Tegal 2018, meski tanpa restu Golkar Jateng. Menurut Wisnu, Masitha lalu melakukan lobi-lobi ke Ketua Umum Golkar, Setya Novanto untuk diusung lagi di Kota Tegal. 

"Kalian pasti pernah baca di medsos ramai tiga minggu lalu. Bahwa saya dilangkahi Masitha. Lari ke Ketua umum Karena Masitha tahu kita tidak akan memberi rekomendasi. Bahwa DPP putuskan lain itu urusan DPP. Tapi kita bersikap dulu," terang Wisnu.

Wisnu menegaskan, Siti Masitha dari awal bukan kader Partai Golkar. Sehingga, Golkar memutuskan tidak akan memberi bantuan hukum kepada Masitha. "Masitha itu bukan kader Golkar. Partai Golkar Jateng sudah putuskan tidak akan memberikan bantuan hukum Siti mashita. Karena selama jadi Wali Kota Tegal tidak pernah memberikan komunikasi formal kepada DPD Golkar Jateng dan DPD Golkar Kota Tegal," jelas Wisnu.

Seperti diketahui, Siti Mashita ditangkap tangan oleh KPK pada Selasa, 28 Agustus 2017, di rumah dinas Wali Kota Tegal karena ketahuan menerima suap terkait pengelolaan dana jasa kesehatan di RSUP Kardinah dan pengadaan barang jasa di lingkungan pemerintahan Kota Tegal 2017. Siti Masitha kini sudah ditetapkan sebagai tersangka penerima suap.

Baca: Kronologis Penangkapan Wali Kota Tegal oleh KPK

Menurut Wisnu, saat Masitha ditangkap, Golkar Jawa Tengah sedang menggelar rapat di Jakarta terkait Pilkada Kota Tegal 2018. Rapat tersebut dihadiri sejumlah tokoh Kota Tegal. "Pada saat itu kita sedang rapat di rumah saya di Jakarta tentang Pilkada Kota Tegal. Belum rapat, dapat informasi itu sehingga rapat dipersingkat saja. Saya mengatakan rapat karena kita sudah putuskan beberapa bulan lalu bahwa kita tidak akan usung Masitha. Kita sudah punya rencana mengusung Nursholeh bersama Warsono, pengusaha," terang Wisnu.

Wisnu mengaku malam itu juga memanggil Wakil Wali Kota Tegal, Nursholeh, datang ke Jakarta. Ketika itu, Nursholeh yang merupakan Ketua Golkar Kota Tegal ini sedang berada di Semarang menghadiri acara KPU Jateng. "Okay, kamu harus ke Jakarta dan jam 7 pagi harus sampai di rumah saya. Naik kereta," tegas Wisnu.

Kepada Nursholeh, Wisnu memberi empat poin perintah Golkar Jawa Tengah. Pertama, kata Wisnu, Golkar Jawa Tengah merasa prihatin dengan ditangkapnya Siti Masitha. "Karena apapun, Siti Masitha adalah Wali Kota yang diusung bersama kamu (Nursholeh) dari Partai Golkar," tegas Wisnu.

Kedua, Wisnu meminta, Nursholeh bersikap tegak lurus dengan Gubernur Ganjar Pranowo sebagai wakil Pemerintah Pusat di Jateng. "Ketiga, permohonan maaf kepada rakyat tegal atas kejadian ini. Terakhir, bereskan masalah mengenai ASN maupun SKPD dulu itu," ungkap Wisnu.





(ALB)