Desa Wisata tak Alokasikan DD untuk Pengembangan Wisata

Rhobi Shani    •    Selasa, 08 Aug 2017 13:19 WIB
dana desa
Desa Wisata tak Alokasikan DD untuk Pengembangan Wisata
Wisatawan berfoto di area persawahan Desa Tempur Kecamatan Keling Kabupaten Jepara, Jateng.

Metrotvnews.com, Jepara: Sebanyak sembilan desa di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, telah mengantongi surat keputusan bupati sebagai desa wisata. Namun, belum satu pun desa wisata yang mengalokasikan dana desa (DD) atau alokasi dana desa (ADD) untuk pengembangan desa wisata.
 
Ketua Paguyuban Desa Wisata Jepara Marwoto menyampaikan, informasi yang diterima pihaknya, tahun ini tidak satu pun sembilan desa wisata di Bumi Kartini mengalokasikan DD dan ADD untuk pengembangan potensi wisata desa. Itu lantaran, pemerintah desa tak mengetahui adanya aturan yang dapat mengatur penggunaan DD dan ADD untuk desa wisata.
 
“Tahun ini belum ada. Tapi, setelah tahu kalau bisa, tahun depan baru akan kami ajukan agar ada alokasi ke pengembangan pariwisata desa,” ujar Marwoto yang pernah menjabat Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Plajan Kecamatan Pakisaji, Selasa 8 Agustus 2017.
 
Marwoto bilang, di tahun 2016 pemerintah Desa Plajan pernah mengalokasikan anggaran Rp20 juta untuk pembangunan kamar mandi di sekitar objek wisata desa. Namun, tahun ini tidak ada anggaran desa untuk penataan objek wisata desa.
 
“Ke dapan akan diperhatikan. Tahun 2018 diprioritskan pembangunan infrastruk jalan menuju objek-objek wisata di desa dan pertanian,” kata Marwoto.
 
Penataan bertahap yang dilakukan sawadaya masyarakat dan pemerintah desa sejak beberapa tahun terakhir, Marowoto bilang, mampu mendongkrak kunjungan wisatawan. Tahun ini, selama musim libur lebaran jumlah kunjungan wisatawan mencapai 22.000.
 
“Tahun-tahun sebelumnya saat puncak liburan, seperti libur lebaran hanya 6.000 pengunjung,” ungkap Marwoto.
 
Terpisah, Kepala Desa Wisata Desa Tempur Kecamatan Keling Sutoyo menyampaikan, tahun ini pihaknya tidak mengalokasikan DD maupun ADD untuk pengembangan potensi wisata desa. Anggaran Rp3 juta dari DD tahun ini dialokasikan untuk penataan taman menuju objek-objek wisata desa.
 
“Tahun ini belum kami alokasikan secara khsus. Kalau wacana untuk tahun depan, sudah ada tapi harus kami bicarakan lagi dengan semua unsur masyarakat,” terang Sutoyo.


(ALB)