Kader Golkar DIY Gelar Diskusi Panel untuk Selamatkan Partai

Patricia Vicka    •    Kamis, 23 Nov 2017 10:08 WIB
partai golkarsetya novanto
Kader Golkar DIY Gelar Diskusi Panel untuk Selamatkan Partai
Ilustrasi

Yogyakarta: Keenganan Setya Novanto lengser daro pisisinya sebagai Ketua DPR dan Ketua Umum Golkar membuat sejumlah kader partai berlambang pohon beringin itu prihatin. Nama baik Golkar dipertaruhkan jika terus mempertahankan Novanto.

Kader Golkar di Daerah Istimewa Yogyakarta akan menggelar diskusi panel guna mencari solusi terkait keputusan rapat pleno DPP Partai Golkar yang menuai polemik. Rapat tersebut memutuskan memilih Idrus Marham sebagai pelaksana tugas (Plt) ketua umum menggantikan Novanto yang saat ini mendekam di rumah tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena kasus dugaan korupsi Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el).

"Golkar kini semakin memprihatinkan dan terus menjadi sorotan masyarakat. Kami harus melakukan langkah dan mencari solusi untuk menghentikan ini. Salah satunya melalui diskusi ini," kata Ketua Diskusi Panel F.X. Sudardi di Yogyakarta, Rabu, 22 November 2017.

(Baca: Beredar Surat Novanto yang tak Ingin Dilengserkan)

Diskusi rencananya dilaksanakan pada Minggu, 26 November 2017. Acara ini digelar atas inisiatif kader yang tergabung dalam Ormas Trikarya Partai Golkar, yakni DPD Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR), PDK Kesatuan Organisasi Serbaguna Gotong Royong (Kosgoro) 1957, dan Depidar Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI).

Tema yang diangkat dalam diskusi adalah `Memperkokoh Soliditas untuk Mencari Solusi Terbaik Guna Penyelamatan Partai Golkar`. Sejumlah sesepuh dan mantan petinggi Golkar diundang dalam diskusi ini, di antaranya mantan Ketum Golkar Akbar Tandjung, Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi, dan Ketua DPD Partai Golkar Jawa Tengah Wisnu Suhardono.

(Baca: Golkar Wajib Gelar Munaslub)

Koordinator Ormas Trikarya DIY Gandung Pardiman menambahkan, diskusi ini bentuk keprihatinan kader Golkar DIY atas carut-marut kepemimpinan internal partai. "Akbar Tanjung dan Dedi Mulyadi Mulyana sudah menyatakan sanggup hadir. Mereka merasa prihatin atas masa depan nasib Golkar usai Ketum tersangkut korupsi KTP-el," lanjutnya.

Dengan digelarnya diskusi ini, para sesepuh partai diharapkan bisa memberikan pemikiran dan solusi untuk mengembalikan citra dan reputasi Golkar menjadi positif. Kepercayaan publik harus berhasil direbut kembali agar suara Golkar tidak terpuruk dan merosot saat Pilkada 2018 dan Pemilu 2019.

 


(NIN)