Jelang Natal dan Tahun Baru

Harga Pangan di Jateng Diklaim Stabil

Mustholih    •    Jumat, 15 Dec 2017 19:37 WIB
libur panjang
Harga Pangan di Jateng Diklaim Stabil
Sekda Provinsi Jawa Tengah Sri Puryono; Kapolda Jateng Irjen Condro Kirono; dan Kepala Bapeti Kemendag Bahrul Har, sidak di Pasar Peterongan, Semarang, Jumat 15 Desember 2017. Medcom.id/Mustholih

Semarang: Harga kebutuhan bahan pokok di Provinsi Jawa Tengah diklaim bakal tetap stabil pada Hari Natal dan Tahun Baru 2018. Masyarakat Jawa Tengah diminta tidak perlu khawatir dengan potensi kenaikan harga karena stok kebutuhan bahan pokok di pasar masih mencukupi hingga Februari 2018.

"Kita telah lakukan operasi pasar. Kita jaga betul untuk stok (kebutuhan bahan pokok) di Jateng aman. Seperti stok beras tersedia sampai Februari 2018," kata Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sri Puryono, saat melakukan inspeksi mendadak di Pasar Peterongan, Semarang, Jawa Tengah, Jumat, 15 Desember 2017.

Sri Puryono melakukan inspeksi mendadak itu bersama Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah, Inspektur Jenderal Condro Kirono, dan Kepala Bapeti Kementerian Perdagangan, Bahrul Hari. Mereka bertiga menemukan rata-rata harga kebutuhan bahan pokok di pasar tradisional Semarang masih relatif stabil jelang Hari Natal dan Tahun Baru 2018.

Padahal tahun-tahun sebelumnya, harga-harga bahan pokok selalu merangkak naik setiap jelang momen pergantian tahun. Kapolda Jawa Tengah, Inspektur Jenderal Condro Kirono, menyatakan mayoritas kebutuhan bahan pokok di daerahnya masih normal. 
"Seperti daging Rp100 ribu/kg, bawang merah dan bawang putih di kisaran Rp18 ribu/kg, telor mengalami kenaikan dikit, Rp24 ribu/kg. Yang agak tinggi memang cabai. Beras normal," kata Condro menambahkan.

Atas temuan itu, Condro menyimpulkan bahwa stok pangan di Jateng masih aman. Condro menegaskan institusi kepolisian punya kepentingan terhadap kestabilan harga pangan di Jateng. "Kita ingin memastikan kalau ada kenaikan komoditas pangan, kita cek apakah karena stok atau distribusinya. Di sini Kita ingin memastikan tidak ada pihak-pihak yang memainkan harga," jelas Condro.

Condro berjanji bakal memproses hukum apabila ditemukan praktik penimbunan pangan di Jateng. "Kita akan proses pidanakan baik dengan UU Pangan, penimbunan, dan lain-lain," tegas Condro.



(ALB)