Remaja Pembunuh Sopir Taksi Online Belum Di-DO

Rhobi Shani    •    Rabu, 24 Jan 2018 15:52 WIB
kasus pembunuhan
Remaja Pembunuh Sopir Taksi Online Belum Di-DO
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jateng Gatot Bambang Hastowo. Foto: Medcom.id/Rhobi Shani

Jepara: Remaja pembunuh sopir taksi daring belum dikeluarkan, atau di-drop out (DO), dari sekolahnya. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (PDK) Provinsi Jawa Tengah membentuk tim untuk mengusut kasus tersebut.

Kepala Dinas PDK Jateng Gatot Bambang Hastowo menyampaikan, siswa yang melakukan pembunuhan belum dikeluarkan dari sekolah. Dinas PDK dan sekolah masih menunggu proses hukum.

Tim bersama Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) terjun ke sekolah untuk mencari tahu motif siswa melakukan pembunuhan.

"Kemungkinan bukan masalah SPP, karena sekolah tidak seperti itu. Siswa yang tidak membayar SPP tidak masalah. Misalnya tidak bayar SPP tiga bulan, siswa masih boleh ikut sekolah," ungkap Gatot usai menghadiri deklarasi pelajar antinarkoba di Jepara, Rabu, 24 Januari 2018.

Baca: Pembunuh Sopir Taksi Online Berusia Belasan Tahun

Deni Setiawan, sopir taksi online, pada Sabtu 20 Januari 2018 ditemukan tak bernyawa. Kurang dari 50 jam, polisi berhasil menangkap dua pelaku pembunuh korban. Yaitu IJP, 16 , dan DYH, 15.

Kepada polisi, tersangka mengaku melakukan pembunuhan itu karena faktor ekonomi. Mereka membutuhkan uang untuk membayar dana sekolah, yaitu untuk membayar SPP.

 


(SUR)