Situs Temuan Tulang di Gua Braholo Direkam Tiga Dimensi

Ahmad Mustaqim    •    Sabtu, 28 Oct 2017 11:19 WIB
situs sejarah
Situs Temuan Tulang di Gua Braholo Direkam Tiga Dimensi
Proses perekaman tiga dimensi di area penemuan tulang di situs Gua Braholo. Foto: MTVN/Ahmad Mustaqim

Metrotvnews.com, Gunungkidul: Penelitian oleh sejumlah arkeolog atas temuan tulang di Gua Braholo di Desa Semugih, Kecamatan Rongkop, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, masih berlangsung. Dinas Kebudayaan DIY mendokumentasikan temuan tulang dan area situs Gua Braholo.

Kepala Seksi Warisan Budaya Dinas Kebudayaan DIY, Ruly Adriadi mengatakan, pendokumentasian dilakukan lewat pencitraan tiga dimensi. Rekam tiga dimensi yang menggunakan alat pemindai faro ini berlangsung sejak Kamis 26 Oktober sampai Jumat 27 Oktober 2017.  

Alat lasser pemindai faro memiliki kemampuan merekam keseluruhan bentuk dinding dan permukaan tanah gua. "Poinnya mendapar gambar seluruh gua dengan akurat. Data akan kita pakai untuk penelitian lain," kata Ruly di area Situs Gua Braholo.

Alat lasser pemindai faro ini diletakkan di 22 titik secara bergantian untuk bisa membaca seluruh sudut gua. Setiap pengambilan gambar di satu titik memerlukan waktu sekitar 11 menit.


Dua orang (kiri) terlihat sedang menempatkan salah satu alat rekam di area Situs Gua Braholo. Foto: MTVN/Ahmad Mustaqim


Visualisasi gambaran rekaman alat tersebut terhadap situs Gua Braholo bisa dilihat secara tiga dimensi. Gambar Gua Braholo bisa dilihat detail, baik dari sisi ketinggian batu, kemiringan tanah, sudut-sudut gua, hingga perubahan yang terjadi.

Menurutnya, hasil pengambilan gambar menjadi virtual reality sangat penting untuk pendokumentasian. Pihaknya nanti akan menggabungkan tiap titik gambar hasil rekaman. "Akan kita gabungkan menjadi satu kesatuan gambar," kata dia.

Pengambilan gambar di galian lokasi ekskavasi temuan tulang memakai alat tersendiri. Alat tersebut bisa merekam gambar dengan detail. Ia berharap hasil rekaman yang sudah diolah nantinya bisa menopang penelitian yang dilakukan arkeolog.

Arkeolog dari Balai Arkeologi Yogyakarta, Alifah, mengungkapkan, penelitian di beberapa gua di kawasan Gunungsewu, untuk area Gunungkidul, untuk mencari tahu pola hidup manusia zaman dulu hingga mengubur. Sedangkan penelitian di lokasi lain seperti di Tuban, Jawa Timur, menunjukkan gua dijadikan lokasi khusus untuk mengubur dan beraktivitas.

Ia menambahkan, temuan tulang hasil ekskavasi pada 2017 diperkirakan tulang hewan. Temuan tulang diantaranya berada di posisi bertumpuk. "Temuan tulang hewan ini diduga karena zaman dahulu sudah ada perburuan sebagai strategi hidup," ujarnya.


Sejumlah arkeolog bersama warga saat melakukan ekskavasi di area Situs Gua Braholo. Foto: MTVN/Ahmad Mustaqim





 


(SUR)