Semarang Ancang-ancang Bebas Banjir pada 2019

Mustholih    •    Kamis, 19 Oct 2017 15:09 WIB
antisipasi banjir
Semarang Ancang-ancang Bebas Banjir pada 2019
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi -- ANT/R. Rekotomo

Metrotvnews.com, Semarang: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengklaim, wilayah yang dipimpinnya bakal bebas banjir pada 2019. Tahun ini, pihaknya sedang berfokus menangani banjir air laut pasang (rob) di wilayah timur Semarang dengan membendung muara Sungai Sringin dan Babon.

"Khusus di wilayah timur ini, kita baru sampai penanganan rob dengan membendung supaya air laut tidak masuk ke daratan," kata Hendrar di Semarang, Jawa Tengah, Kamis 19 Oktober 2017.

Hendrar mengakui, ada beberapa wilayah di Semarang yang masih rentan banjir. Pada musim hujan, banjir menjadi ancaman bagi warga pesisir akibat air kiriman dari Semarang atas (Ungaran).

"Pada saat hujan turun, aliran air dari atas ini masih (bisa mengakibatkan banjir). Kita kerjakan sesuai perencanaan dengan membangun dua polder yang sekarang sudah jalan di Banjar Dowo dan Sawah Besar," terang Hendrar.

Menurut Hendrar, pembangunan dua polder tersebut selesai pada Januari 2018. Untuk mengantisipasi banjir pada musim hujan ini, Pemkot Semarang menyiagakan beberapa pompa air yang mampu menyedot air dengan debit lebih besar.

"Sehingga, ini sudah ada solusi untuk banjir di wilayah timur," jelas Hendrar Prihadi.

Wilayah lain di Semarang yang rentan banjir ada di sekitar underpass Jatingaleh. Sebab, jalur pipa untuk buangan air yang ada saat ini tidak mampu menampung debit air saat hujan.

"Kita sudah koordinasi dengan Satker dan Binamarga Provinsi, ukuran pipa akan dibesarkan. Ini sedang dalam proses indent pipa yang lebih besar itu," terang Hendrar.

Demi target Semarang bebas banjir pada 2019, Hendrar juga akan melakukan normalisasi Banjir Kanal Timur (BKT). Proses ini membutuhkan waktu dua tahun.

Proyek pembebasan Semarang dari banjir ini ditutup dengan pembangunan tanggul laut yang membentang wilayah pesisir Semarang hingga Demak, Jawa Tengah. "Pembangunan sudah 80 persen dari rencana. Biasanya ada genangan rob, sekarang hampir tidak ada selama empat bulan terakhir," jelas Hendrar.


(NIN)