Balita Asal Kendal Meninggal Dunia Akibat Difteri

Mustholih    •    Rabu, 13 Dec 2017 17:17 WIB
klb difteri
Balita Asal Kendal Meninggal Dunia Akibat Difteri
Ilustrasi: MTVN/Rakhmat Riyandi

Semarang: Rumah Sakit Umum Dokter Kariadi, Semarang, menerima satu balita laki-laki rujukan dari Rumah Sakit Islam Kendal karena terkena difteri. Pasien yang berusia empat tahun enam bulan itu akhirnya meninggal dunia setelah mendapat perawatan beberapa jam di RS Kariadi.

"Yang bersangkutan sudah enam hari terinfeksi difteri. Saat dirawat di Kendal, dia sudah demam tinggi, tidur dalam keadaan ngorok. Dibawa ke Kariadi, hanya beberapa jam (pasien) sudah meninggal dunia," kata Dokter Hapsari selaku Penanggung jawab pasien Rumah Sakit Kariadi, Semarang, Jawa Tengah, Rabu, 13 Desember 2017.

Menurut Hapsari, balita itu menghembuskan nafas terakhir pada pukul 02.00 WIB. Saat tiba di RS Kadiadi, pasien sudah mengalami komplikasi.

"Pasien mengalami komplikasi dan sesak nafas berat. Itu disebabkan ada kuman difteri yang menyumbat tenggorokan. Terjadi pembesaran pada kelenjarnya ditambah adanya penyakit jantung," ujar Hapsari.

Hapsari menambahkan penderita difteri itu sempat dirawat di ruang isolasi. Dokter pun juga sudah memberi suntikan antibiotik dan membuat lubang selaput membran pada tenggorokan pasien. Malang, jiwa pasien tidak tertolong.

Saat ini, RS Kariadi sedang merawat dua pasien yang dinyatakan menderita sakit difteri. Mereka sedang menjalani perawatan intensif di ruang isolasi Rumah Sakit Dokter Kariadi.

Menurut Humas RS Kariadi, Pranata, dua pasien penderita difteri itu masuk Kariadi sejak 11 Desember 2017. Satu pasien berjenis kelamin perempuan, usia enam tahun, dan berasal dari Banyuputih, Batang; satu pasien lain berjenis kelamin laki-laki, usia 15 tahun, dan berasal dari Mranggen, Demak.

"Siapa nama mereka tidak boleh diberitahukan dengan alasan privasi," ujar Pranata saat dihubungi terpisah.

 


(SUR)