Ledakan Pabrik Kembang Api

Pekerja Anak Diupah Rp800 Ribu, Tanpa Santunan

Kuntoro Tayubi    •    Rabu, 01 Nov 2017 06:00 WIB
gudang petasan meledak
Pekerja Anak Diupah Rp800 Ribu, Tanpa Santunan
Petugas mengevakuasi jenazah korban kebakaran pabrik kembang api di Kosambi, Tangerang. Foto: Antara/Muhammad Iqbal

Metrotvnews.com, Tegal: Aryusli Hadir alias Yusli, 16, salah satu korban ledakan pabrik petasan di Tangerang asal Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Gadis yang masih belia ini jadi salah satu pekerja pabrik yang masih di bawah umur.

Remaja itu baru bekerja di pabrik mercon itu selama dua pekan. Karena itu, remaja yang akrab disapa Yusli belum mendapatkan gajinya.

"Anak saya pernah dijanjikan bekerja di situ selama setengah bulan dapat Rp800 ribu. Katanya mau cari pengalaman di sana. Saya cuma bisa pasrah," tutur Ayah Yuli, Harjo, Selasa 31 Oktober 2017.

Berdasarkan penuturan sejumlah tetangga, Yusli diajak bekerja di pabrik tersebut oleh Tanzilal Umam yang juga merupakan warga desa setempat.

(Baca: Tangis Keluarga Pecah saat Jasad Yusli Tiba)

Umam sudah bekerja lama di pabrik tersebut. Saat ada lowongan pekerjaan, Ia mengajak tetangganya yang belum bekerja. Harjo pun mengaku pernah menentang niat Yuli merantau untuk bekerja di pabrik yang penuh dengan barang rawan ledakan itu.

"Saya sempat melarangnya bekerja di situ. Tapi karena ajakan teman satu kampung, dia akhirnya berangkat," tambah Harjo.


Sejumlah warga mengikuti prosesi pemakaman Yusli di tempat pemakaman umum Desa Balaradin, Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Foto: MTVN/Kuntoro Tayubi

Ia mengaku tidak mendapatkan firasat atas kematian tragis anak bungsunya itu. Sampai saat ini, keluarga korban pun belum mendapatkan santunan dari perusahaan. 

"Kami harap ada santunan dari pabrik," imbuhnya.

Ada 12 warga Balaradin yang menjadi korban kebakaran pabrik petasan. Lima di antaranya selamat, dua luka parah, dua luka ringan, satu meninggal dunia, dan dua masih hilang.

Dengan teridentifikasinya Yusli, artinya ada dua warga Desa Balaradin yang masih hilang. Mereka yakni Khalimi dan Muhammad Taenari.

(Baca: 12 Warga Tegal Jadi Korban, 1 Tewas 2 Hilang)


(SUR)