Belasan Dokter Spesialis dari Solo Dikirim ke Lombok

Pythag Kurniati    •    Selasa, 07 Aug 2018 12:35 WIB
gempaGempa Lombok
Belasan Dokter Spesialis dari Solo Dikirim ke Lombok
Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) Solo dan RSUD dr. Moewardi mengirimkan belasan dokter spesialis ke lokasi bencana di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Medcom.id/Pythag Kurniati

Solo: Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) Solo dan RSUD dr. Moewardi mengirimkan belasan dokter spesialis ke lokasi bencana di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Tim medis diberangkatkan Selasa, 7 Agustus 2018 sore.

Para dokter spesialis akan bertolak menuju Lombok melalui Bandara Adi Sucipto Yogyakarta sekitar pukul 17.00 WIB. Dekan Fakultas Kedokteran UNS Hartono mengatakan jumlah dokter spesialis yang diberangkatkan sebanyak 14 orang.

"Terdiri dari dokter spesialis anestesi, dokter spesialis penyakit dalam, dokter spesialis anak, kardiovaskular, dokter bedah dan psikiatri," ungkap Hartono kepada wartawan, Selasa, 7 Agustus 2018.

Kondisi Lombok saat ini, lanjutnya, mengalami darurat medis. Sehingga, selain mengirimkan tenaga, tim pun membawa obat-obatan lengkap. Mulai dari obat kedaruratan hingga obat bedah.

Tim dokter spesialis juga bakal mendirikan poliklinik di lapangan. “Kami akan survei lokasi mana yang membutuhkan poliklinik darurat. Biasanya poliklinik darurat beroperasi hingga enam bulan,” tutur dia.

Waspadai penyakit pascabencana

Tim dokter spesialis UNS dan RSUD dr Moewardi menyoroti kemungkinan penyakit yang timbul pascabencana di Lombok, NTB. Beberapa penyakit dapat muncul setelah penanganan kedaruratan dilakukan.

Biasanya para korban gempa hidup di luar setelah penanganan kedaruratan. Penyakit pascabencana diperkirakan menyerang satu hingga enam bulan setelah bencana.

“Karena biasanya air bersih kurang. Muncul flu, diare, khususnya di desa-desa pedalaman,” ujar dia.

FK UNS juga mempersiapkan pemberangkatan tim gelombang berikutnya berisi 20 dokter. Rombongan ini diberangkatkan menyusul. Mereka khusus akan menangani penyakit pascabencana di daerah terpencil di Lombok.

"Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan di sana, daerah yang kurang terjangkau mana saja yang membutuhkan bantuan," pungkas Hartono.


(SUR)