Kemarau di Yogyakarta Diprediksi mulai Akhir April

Patricia Vicka    •    Kamis, 12 Apr 2018 19:07 WIB
kemarau dan kekeringan
Kemarau di Yogyakarta Diprediksi mulai Akhir April
Ilustrasi kemarau, Medcom.id - M Rizal

Yogyakarta: Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) DIY memprediksi musim kemarau akan memasuki wilayah Yogyakarta pada akhir April 2018. Musim panas dimulai dari wilayah Yogyakarta bagian Selatan.

"April akhir sudah masuk musim kemarau. Dimulai dari Gunung Kidul dan Kulon Progo di bagian selatan. Lalu ke arah utara," ujar Kepala Stasiun Klimatologi BMKG DIY Agus Sudaryatno di Yogyakarta, Kamis 12 April 2018.

Kemarau akan menyebar ke wilayah DIY bagian tengah seperti Kota Yogyakarta dan Bantul di minggu awal Mei. Kabupaten Sleman menjadi wilayah terakhir yang berubah musim.

"Bagian utara masuk kemarau Mei akhir. Jadi saat bulan puasa, seluruh wilayah DIY sudah berubah jadi musim kemarau," jelasnya.

Ia melanjutkan wilayah selatan paling cepat berubah musim. Sebab kondisi sebagian besar geografinya berupa dataran rendah. Curah hujannya minim.

Sementara wilayah Yogyakarta bagian utara sebagian besar berbentuk dataran tinggi dengan curah hujan yang banyak. Sehingga hujan masih kerap terjadi selama bulan April dan Mei 2018.

BMKG memprediksi kemarau tahun ini  tidak akan separah tahun sebelumnya karena tidak ada anomali cuaca

"Suhu selama musim panas diperkirakan berkisar 22-33 Derajat Celcius," kata Agus.

Gunungkidul menjadi wilayah yang diprediksi paling panas selama musim kemarau. Untuk itu ia mengimbau masyarakat Gunung Kidul untuk senantiasa berhemat air.

"Saat kemarau ada potensi kekurangan air bersih. Jadi saya imbau masyarakat Gunung Kidul untuk selalu berhemat air,"pungkasnya.



(RRN)