Polisi Hentikan Proses Hukum Perusakan Lahan Waduk Logung

Rhobi Shani    •    Kamis, 24 Nov 2016 10:29 WIB
waduk
Polisi Hentikan Proses Hukum Perusakan Lahan Waduk Logung
Pembangunan Waduk Logung di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Foto: Metrotvnews.com/Rhobi Shani

Metrotvnews.com, Kudus: Polres Kudus, Jawa Tengah, menerbitkan Surat Penghentian Penyidikan Perkara (SP3) kasus dugaan perusakan lahan dan tanaman milik warga yang terkena proyek pembangunan Bendungan Logung. 

Alasannya, tindakan pelaksana proyek dinilai tak melanggar hukum. Lahan milik warga itu dinilai sudah masuk dalam proses konsinyasi.
 
Kapolres Kudus AKBP Andy Rifai menyampaikan penerbitan SP3 dilakukan setelah polisi mendengar berbagai keterangan dari pakar hukum dan akademisi di Jawa Tengah. 
 
“Kami sudah beberapa kali menggelar perkara terkait laporan warga ini. Dan hasil akhirnya, kami putuskan menerbitkan SP3,” ujar Andy, Kamis (23/11/2016).

Kepada warga Andy meminta agar bisa menaati keputusan jajarannya. Sehingga, jika di kemudian hari ada laporan serupa yang dilayangkan warga, pihaknya tak akan menindaklanjuti.
 
“Surat pemberitahuan perkembangan hasil penyidikan (SP2HP) sudah kami kirim ke pihak pelapor,” kata Andy.

Baca: Bupati Kudus Desak Pelaksana Proyek Logung Garap Lahan Konsinyasi

Kuasa hukum warga yang tergabung dalam Forum Komunikasi Masyarakat Korban Embung Logung (Forkoma Kembung), Suprayitno Widodo, mengatakan belum menerima informasi terkait nasib laporan yang mereka layangkan.

Ia juga tak mengetahui jika Polres Kudus sudah menerbitkan SP3 kasus itu. “Belum tahu. Jika benar, kita juga bertanya kenapa kasus ini bisa dipetieskan,” kata Suprayitno.

Terakhir kali ia menerima surat pemberitahuan perkembangan hasil penyidikan (SP2HP) pada 4 Oktober lalu. Isinya, polisi menyatakan tengah memeriksa perkara itu.

“Tapi, kenapa malah muncul SP3? Nanti kita kaji dulu kalau sudah menerima informasi resmi dari polisi,” kata dia.
 
Kasus dugaan perusakan lahan dan tanaman milik warga Embung Logung terjadi pada ‎Jumat 13 Mei 2016. Saat itu, alat berat dari pelaksana proyek pembangunan Bendungan Logung mengeruk tanah milik warga.

Baca: Pembangunan Waduk Logung Telan Rp584 Miliar

Tak terima dengan tindakan itu, pemilik lahan dan warga lain mengadang dan mengusir pelaksana proyek beserta alat beratnya. Warga juga melaporkan pelaksana proyek ke Polres Kudus. Proyek pembangunan Bendungan Logung mencapai Rp584 miliar yang bersumbre dari APBN.

 


(UWA)