Seliged, Sepeda Listrik Gede Ramah Lingkungan

Ahmad Mustaqim    •    Sabtu, 12 Nov 2016 10:39 WIB
inovasi
Seliged, Sepeda Listrik Gede Ramah Lingkungan
Wiwin Vegas (bertopi) bersama anak dan rekannya saat mengendarai Seliged. Foto-foto: Metrotvnews.com/Ahmad Mustaqim

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Menikmati sepeda yang digunakan orang kebanyakan sepertinya sudah biasa. Tapi, sepeda yang satu ini pasti akan terasa beda jika dikendarai: sepeda listrik gede atau disingkat Seliged.

Sepeda ini secara sepintas lebih menyerupai moge atau motor gede. Kalau sudah mengendarai, rasanya akan sama karena bisa juga dikayuh saat berkendara.

Wiwin Vegas, pemilik Seliged, mengaku awal mula membuat sepeda tersebut dari keinginannya membuat hal unik. Sepintas waktu berjalan, Wiwin kemudian terpikir untuk membuat sepeda listrik gede.

Secara rinci, komponen sepeda listrik gede ini terdiri dari bahan dasar aluminium, dinamo, baterai lithium berkekuatan 48 volt 12 ampere, ban setengah pakai motor Harley Davidson beserta pelek, ban dan pelek sepeda biasa, serta sejumlah aksesoris lampu dan kabel.

Dalam proses membuat sepeda tersebut, Wiwin melibatkan tiga rekannya. Yang dilakukan pertama yakni membuat aluminium bengkok secara simetris sesuai kerangka sepeda yang direncanakan. Disusul memodifikasi pelek motor Harley dengan jari-jari sepeda. Setelah komponen tersusun, dilanjutkan dengan memadukannya menjadi rangkaian sepeda.

"Semua kita bangun sendiri. Kita custom sendiri," kata Wiwin kepada Metrotvnews.com saat ditemui di kawasan Tugu Yogyakarta, Jumat (11/11/2016).



Menurut Wiwin, ada sejumlah kelebihan yang bisa diperoleh dari Seliged itu. Selain memang tampak mewah, pengendara sepeda tidak terlalu lelah karena dibantu dengan baterai. Berkekuatan 12 ampere, Wiwin memperkirakan, sekali mengisi daya selama tiga jam, bisa digunakan menempuh jarak 35 kilometer. Ini bisa lebih jika pengendara juga mengayuhnya.

"Karena kerangka dari aluminium, jadi antikarat. Sepeda ini jika dipakai dengan kecepatan tinggi juga bisa karena memakai ban dengan ukuran besar," kata lelaki yang tinggal di Perumahan Jatimulyo Baru Blok J Nomor 9 Kricak, Kecamatan Tegalrejo, Kota Yogyakarta ini.

Wiwin mengatakan, awal pembuatan Seliged membutuhkan waktu 1,5 bulan. Termasuk tahap perencanaan dan tataran teknis.

Saat ini, Wiwin memiliki tiga buah Seliged. Tiga sepeda ini menghabiskan jumlah uang yang berbeda dalam pembuatannya. Ada yang menghabiskan Rp35 juta, Rp25 juta, dan Rp15 juta. "Bagian yang masih impor, dinamo dan baterai. Kami pesan melalui online. Selain itu, semua bahan dari Indonesia," ujarnya.

Memang terbilang besar dana yang dihabiskan untuk kategori sepeda. Namun, Wiwin puas karena bisa digunakan sebagai sarana olahraga. Dan tentunya lebih ramah lingkungan.

"Kendati listrik, tapi tetap bisa mengayuh. Juga hemat baterai. Terakhir, saya dan sepeda ini  ikut pawai budaya di Bantul," ujarnya.


(UWA)