Menggali Bakat Difabel di Jambore Difabel Istimewa

Ahmad Mustaqim    •    Sabtu, 12 Nov 2016 15:10 WIB
kaum difabel
Menggali Bakat Difabel di Jambore Difabel Istimewa
Suasana pembukaan Jambore Difabel Istimewa di Museum Sonobudoyo. Foto: Metrotvnews.com/Ahmad Mustaqim

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Kalangan difabel di Daerah Istimewa Yogyakarta bakal menunjukkan kemampuan dan bakatnya dalam acara jambore difabel, Sabtu-Minggu, 12-13 November 2016, di Museum Sonobudoyo Yogyakarta. 

Acara bertajuk "Jambore Difabel Istimewa" ini resmi dibuka dengan kirab budaya dari Kompleks Kepatihan hingga Museum Sonobudoyo, hari ini.

Ketua panitia jambore, Guntur Prabawanto, mengatakan acara ini diikuti 20 lembaga dan komunitas difabel. "Acara pembukaan dengan kirab diikuti sekitar 630 orang. Secara keseluruhan, ada dua ribuan peserta yang bakal mengikuti jambore ini," kata Guntur di sela pembukaan acara.

Ia menjelaskan sejumlah acara yang akan berlangsung selama jambore di antaranya pentas seni dari siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) se-DIY, workshop, dan sarasehan. Selain itu, ada pula pameran karya seni dari difabel.

Ia menyebut acara jambore difabel merupakan pertama kalinya diadakan di Yogyakarta. Menurutnya, acara tersebut menjadi ajang menggali potensi yang dimiliki difabel. "Nantinya acara jambore akan digelar setiap tahun," kata Guntur.



Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Umar Priyono, mengatakan acara jambore difabel menjadi tindak lanjut acara difabel pada 2015 yang dilakukan di Taman Budaya Yogyakarta.

Acara jambore difabel, kata dia, menjadi acara puncaknya. "Tahun 2016, acara (difabel) kita besarkan," kata Umar.

Umar menjelaskan pemerintah DIY terus berupaya membenahi pelayani bagi difabel. Ia mencontohkan Keraton Yogyakarta sudah memberikan jatah bagi penyandang difabel untuk menjadi abdi dalem. Menurut dia, hal tersebut menjadi salah satu contoh agar pemerintah memperhatian difabel.

"(Di Kraton Yogyakarta) ada abdi dalem Polojiwo. Meski UU (soal difabel) belum lama keluar, kita bisa menjadikan Yogyakarta sebagai spirit untuk memfasilitasi difabel," ujarnya.


(UWA)