Banjir Sering Datang, Warga: Mau Pindah tak Ada Lahan Lain

Iswahyudi    •    Minggu, 20 Nov 2016 15:47 WIB
bencana banjir
Banjir Sering Datang, Warga: Mau Pindah tak Ada Lahan Lain
Warga di Kendal bersih-bersih rumah setelah banjir merendam, MTVN - Iswahyudi

Metrotvnews.com, Kendal: Warga mengaku sudah biasa 'berkubang' dengan banjir yang merendam di Kecamatan Kota Kendal, Jawa Tengah. Mereka hanya bisa pasrah karena tidak memungkinkan pindah rumah.

Dari pantauan Metrotvnews.com, Minggu 20 November, warga mulai membersihkan rumah dari lumpur dan sampah yang terbawa banjir. Mereka juga menaruh kembali perabotan.

Banjir merendam enam kelurahan yaitu Kebondalem, Pegulan, Pekauman, Ngilir, Patukangan, dan Balok. Menurut warga, banjir biasa terjadi di enam wilayah tersebut.


(Warga membersihkan rumah setelah banjir merendam enam kelurahan di Kendal, MTVN - Iswahyudi)

"Banjirnya sudah biasa. Mau pindah, tapi tidak punya lahan lain," kata Khudori, warga Pekauman, Kendal.

Khudori mengatakan ia memiliki cara untuk menyelamatkan perabotan dari banjir. Yaitu menyediakan meja untuk menaruh perabotan.

"Jadi kalau banjir datang, saya lalu menyimpan perabobatan penting di meja itu," ungkap Khudori.

Sebenarnya, ungkap Khudori, pemerintah daerah sudah melakukan berbagai upaya untuk mencegah banjir. Sebab sungai berada di sisi kiri dan kanan area enam kelurahan.

Pemerintah sudah mengeruk sungai dan meninggikan jalan. Namun banjir malah merendam rumah sementara jalannya kering.

"Menurut saya peninggian jalan bukan solusi mengatasi banjir justru menambah banjir di rumah," lanjut Khudori.

Khudori menyarankan pemerintah menormalisasi sungai. Cara lain yaitu menambah irigasi agar air cepat surut saat banjir.

Siti Darwati, warga Patukangan, mengaku banjir terjadi dua kali dalam sepekan. Saat banjir surut, ia dan keluarga membersihkan rumah, tapi banjir datang lagi.

"Malah tahun lalu, bisa banjir 13 kali dalam sebulan," ungkap Siti.


(RRN)